Bobby Nasution Buka Kontes Burung Berkicau Bertaraf Nasional: Sumut Siap Jadi Ibu Kota Kicau Mania Indonesia!

86

MEDAN – Gemuruh kicauan ribuan burung berkualitas nasional memecah suasana Katamso Land, Minggu (17/5/2026).

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, secara resmi membuka kontes burung berkicau dalam rangka Anniversary ke-4 Sedulur Kicau Mania Nusantara (SKMN). Acara ini bukan sekadar ajang adu suara merdu – ini adalah deklarasi bahwa Sumut bersiap menjadi pusat kicau mania tingkat nasional.

Di hadapan ribuan kicaumania dari berbagai daerah, Bobby Nasution menegaskan komitmen penuh Pemprov Sumut.

“Rasanya salah jika pemerintah tidak mendukung kegiatan sebesar ini ke depan,” ujarnya tegas. Lebih dari sekadar sambutan, pernyataan itu menjadi angin segar bagi komunitas yang selama ini tumbuh dari bawah.

Yang membuat gebrakan ini viral adalah visi Bobby yang melampaui sekadar hobi. Menurutnya, Sumut sudah terbukti sukses menggelar event olahraga skala internasional. Kini giliran kontes burung berkicau mendapat panggung yang sama.

“Tunggu tanda-tandanya. Event besar nasional kalau bisa kita buat di Sumut, kami support penuh dari provinsi,” janjinya.

Bukan sekadar hobi, tapi mesin ekonomi kerakyatan. Bobby menyoroti perputaran uang dari ekosistem kicau mania yang luar biasa peternak burung, pengrajin kandang, produsen pakan, hingga UMKM jangkrik hidup.

Baca Juga : Mengulik Hooded Pitohui, Burung Beracun Endemik Papua yang Terancam Punah

“Di tengah ekonomi global yang sulit, hobi ini justru membantu pemerintah menggerakkan ekonomi masyarakat bawah,” jelasnya.

Data tidak resmi menyebutkan, satu event besar bisa memutar ratusan juta rupiah hanya dari UMKM lokal pendukung lomba.

Bobby juga mendorong komunitas masuk ke industri kreatif digital. Bayangkan, lagu atau film inspiratif tentang perjuangan Murai Batu kampung menjadi juara nasional itu potensi viral yang bisa melambungkan Sumut di panggung nasional.

Sementara itu, Dewan Pembina SKMN, Hidayat Batubara, membuka fakta menarik embrio SKMN lahir saat pandemi Covid-19.

Ketika ekonomi macet, merawat burung di rumah justru menghidupkan peternak jangkrik, pembuat sangkar, hingga tempat mandi burung.

“Alhamdulillah, sekarang peternak Murai Batu di Sumut dan Nusantara mulai tumbuh subur,” ungkapnya.

Puncaknya, Hidayat mengumumkan bahwa dengan dukungan penuh Pemprov, SKMN akan menggelar dua agenda nasional besar pada akhir tahun 2026.

“Kami komunitas kecil tapi siap dibesarkan,” katanya penuh semangat.

Inilah momentum emas. Sumut tidak hanya mengejar kicau merdu, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Siapkah Sumut menjadi pusat kicau mania Nusantara? Tandanya sudah di depan mata. (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com