Bobby Pilih Antar Anak & WFH-kan ASN di Hari Pertama Sekolah: Kebijakan Berhati yang Guncang Birokrasi!
MEDAN — Di tengah hiruk-pikuk birokrasi yang kerap kaku dan prosedural, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memilih jalan berbeda di hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026).
Dengan langkah berani dan penuh kehangatan, ia memutuskan untuk memberikan dispensasi Work From Home (WFH) bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumut yang ingin mengantar buah hatinya di hari pertama sekolah.
Tidak sekadar memberi instruksi, Bobby menunjukkan keteladanan nyata. Ia sendiri turun langsung mengantar anaknya ke sekolah pada pagi hari itu, membuktikan bahwa momen sakral ini memang tak ternilai harganya.
“Hari ini diberikan kesempatan kepada ASN yang anaknya baru pertama masuk sekolah untuk mengantar dan mendampingi anak-anaknya,” ujar Bobby kepada wartawan. “Saya tadi pagi juga mengantar anak saya,” tegasnya.
Langkah progresif ini bukanlah keputusan tanpa dasar. Bobby merespons cepat imbauan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, yang tertuang dalam Surat Nomor B/257/M.KT.02/2026 yang terbit Jumat (10/7/2026) lalu.
Surat itu meminta seluruh instansi pemerintah memberikan fleksibilitas kerja bagi ASN yang memiliki anak di jenjang PAUD, pendidikan dasar, dan menengah untuk mendampingi mereka di hari pertama sekolah.
“Penerapan fleksibilitas kerja ini tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan publik. Justru kita harapkan ASN bisa bekerja lebih fokus dan seimbang dalam kehidupan,” pesan Menteri Rini.
Kebijakan Bobby ini lebih dari sekadar mengikuti aturan pusat. Ini adalah terobosan yang selaras dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang digalakkan secara nasional.
Gerakan ini menjadi bagian dari strategi besar penguatan ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus upaya serius mengatasi fenomena fatherless dengan memperkuat peran orang tua, khususnya ayah, dalam tumbuh kembang anak sejak dini.
“Kehadiran orang tua bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar penting yang berdampak mendalam,” tegas Menteri Rini.
Dengan total ASN di lingkungan Pemprov Sumut yang mencapai 35.838 orang (per April 2026), kebijakan ini berdampak luas.
Bayangkan, ribuan orang tua yang biasanya terpaku di balik meja kantor, kini bisa tersenyum melihat anaknya melangkah masuk gerbang sekolah sebuah momen yang hanya terjadi setahun sekali dan tak akan terulang di kemudian hari.
Ini bukan tentang libur, tetapi tentang kemanusiaan dalam birokrasi. Ini bukan sekadar WFH, tetapi investasi jangka panjang bagi generasi bangsa.
Di tengah gempuran rutinitas, Bobby Nasution mengingatkan kita semua menjadi orang tua adalah jabatan seumur hidup yang tak bisa digantikan oleh siapa pun. Selamat tahun ajaran baru, para pahlawan keluarga! (Rel)