Dapat Bantuan 337 Alat Konversi BBM ke BBG, Petani Diingatkan Tidak Jualbelikan Bantuan Pemerintah
LANGKAT – Petani sasaran di Kabupaten Langkat menerima 337 alat konversi BBM ke BBG bantuan dari Kementrian ESDM. Dengan adanya alat ini petani semakin banyak pilihan terhadap energi yang digunakan.
Perwakilan Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Beni Tambusai menyampaikan, di 2019 sampai 2022 pemerintah telah mendistribusikan 44.448 paket perdana.
Sedangkan di 2023 rencananya akan dilaksanakan pendistribusian sebabyak 39.000 paket perdana untuk petani sasaran yang berada di 69 kabupaten/kota.
“Untuk Kabupaten Langkat rencananya akan didistribusikan sejumlah 337 paket perdana di 2023 ini,” ungkap Benny saat acara pendistribusian alat tersebut di Kecamatan Selesai, Langkat, Sabtu (21/10/2023).
Menurutnya, program konversi BBM ke BBG untuk mesin pompa air bagi petani memiliki makna bagi kemudahan akses energi. Dimana, petani diberikan pilihan terhadap energi yang akan digunakan.
Program ini juga sangat berdampak bagi perekonomian petani sasaran. Dimana, dapat mengurangi biaya operasional hingga 50% dibandingkan dengan menggunakan BBM.
“Pendistribusian paket perdana dari pemerintah ini dilaksanakan secara gratis untuk para petani. Kami harapkan petani memanfaatkan dan merawat dengan baik. Tidak memperjualbelikan karena ini merupakan bantuan pemerintah,” pesannya.
Sementara itu, Plt Bupati Langkat, Syah Afandin mengatakan, dirinya mengaku sangat senang dengan adanya bantuan alat tersebut. Sebab, alat tersebut sangat penting. Mengingat, Kabupaten Langkat lahan pertanian cukup luas.
Sebelumnya para petani Langkat mendapatkan pupuk cair dan pupuk biasa. Bahkan, dirinya meminta distributor agar petani di Langkatnya tidak kehabisan pupuk.
“Banyak hal yang harus dikoordinasikan ke Jakarta untuk bisa mendapatkan bantuan pertanian,” katanya. Dirinya pun berharap dengan bantuan ini nantinya para petani di Langkat dapat menghasilkan hasil panen yang diinginkan. (KM)