MEDAN – Ketua Gabungan Perusahaan Konstruksi Indonesia (Gapkin) Sumut, Mandalasah Turnip menegaskan, pengerjaan coating perempatan Jalan Sudirman Medan aman bagi pengendara. Sebab, bahan konstruksi digunakan beton, bukan keramik.
Dia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak termakan berita hoax yang mengatakan konstruksi jalan tersebut dari keramik. “Konstruksi nya aman digunakan bagi pengendara. Sebab, dari beton bukan keramik,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Jalan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Yulius Ares mengungkapkan, kondisi perempatan Jalan Sudirman Medan yang disebut-sebut licin dan sempat viral di media sosial, dipastikan layak dan aman untuk dilalui kendaraan setelah direvitalisasi dan dinyatakan telah memenuhi standar keamanan bagi pengguna jalan.
“Proyek revitalisasi perempatan Jalan Sudirman jika selesai dikerjakan nantinya, maka kami pastikan tidak licin dan aman bagi pengguna jalan yang melintas,” ucapnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Yulius sekaligus menepis isu yang menyebutkan perempatan Jalan Sudirman seolah-olah berisiko dilalui kendaraan karena permukaan badan jalan raya itu licin setelah dilapisi keramik atau diberi bahan campuran keramik.
Yulius menegaskan, badan jalan yang direvitalisasi di sekitar rumah dinas Gubernur Sumut itu sama sekali tidak dilapisi keramik atau bahan baku campuran keramik. Melainkan beton yang dicetak atau rigid beton yang diproses dengan coating dan dicuci menggunakan bahan kimia khusus.
Selama dilakukan proses pencucian, lanjutnya, kondisi permukaan badan jalan tersebut memang licin dan belum layak dilintasi kendaraan.
“Pada saat permukaan badan jalan itu masih dalam proses pencucian, ternyata ada pengendara sepeda motor yang melintas dan akhirnya terpeleset. Dari kejadian itu, muncul anggapan di kalangan masyarakat seolah-olah permukaan badan jalan itu sengaja dibuat licin,” ucap Yulius.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa proyek revitalisasi perempatan Jalan Sudirman saat ini sudah memasuki tahap penyelesaian akhir dan direncanakan siap difungsikan sekitar awal Desember 2023.(KM)