Gubernur Bobby Nasution Pacu Digitalisasi Pendidikan!163 Sekolah di Sumut Segera Nikmati Internet Gratis

67

MEDAN – Langkah nyata Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam memacu digitalisasi pendidikan dan menciptakan pemerataan akses belajar bagi siswa terus digencarkan!

Di bawah kepemimpinan Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution, program penyediaan akses internet gratis di sekolah-sekolah mulai menunjukkan hasil yang konkret.

Sejak awal 2025, program strategis ini telah berhasil membangun jaringan internet gratis di 66 sekolah yang tersebar di berbagai kabupaten, yang dananya bersumber dari APBD Sumut 2025.

Tak berhenti di situ, semangat untuk memperluas jangkauan terus dilakukan! Saat ini, proses pembangunan sedang berlangsung untuk menambah 97 sekolah lagi sebagai penerima manfaat, yang didanai melalui Perubahan APBD (P-APBD) 2025. Dengan demikian, total akan ada 163 sekolah yang merasakan dampak positif dari program ini.

“Program ini adalah komitmen kami untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas dan merata. Dengan akses internet yang memadai, kita tingkatkan inklusi digital dan buka peluang lebih luas bagi siswa untuk belajar daring serta mengakses informasi ilmu pengetahuan,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, Alexander Sinulingga, Senin (10/11/2025).

Deretan Manfaat & Sasaran Program Internet Gratis:
1. 66 Sekolah (SUDAH SELESAI):
· 29 SMA di Langkat, Dairi, Simalungun, Labuhan Batu, Tapanuli Utara, dan lainnya.
· 34 SMK di Tapanuli Utara, Nias Utara, Nias, dll.
· 3 SLB di Pakpak Bharat, Gunung Sitoli, dan Nias Barat.
2. 97 Sekolah (DALAM PROSES):
· 56 SMA tersebar di Langkat, Serdang Bedagai, hingga berbagai kabupaten di Nias.
· 40 SMK di Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Asahan, Tapanuli Selatan, dll.
· 1 SLB di Tapanuli Tengah (SLB Pinang Sori).

Langkah Tambahan: Dukungan Energi untuk Pendidikan
Komitmen Pemprov Sumut tidak hanya pada internet. Pada tahun 2025 ini, juga dilakukan peningkatan fasilitas listrik untuk 35 satuan pendidikan, mencakup 8 SMA dan 27 SMK. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari:

· Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 7 sekolah.
· Bantuan PLTS SUPERSUN dari Kemendikbudristek untuk 1 sekolah.
· Penambahan Daya Listrik dari 900 VA menjadi 5.500 VA untuk 20 sekolah.
· Pengajuan program Listrik Desa (Lisdes) untuk 1 sekolah.

Ini adalah terobosan penting yang memastikan sekolah-sekolah, terutama di daerah, memiliki infrastruktur pendukung yang memadai untuk proses belajar mengajar yang optimal di era digital. (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com