MEDAN – Program andalan Gubernur Sumut, Bobby Nasution, yaitu Jaminan Kestabilan Harga Komoditi Pangan (JASKOP), terbukti jadi kunci pengendali inflasi dan penjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Sumatera Utara. Dampaknya, produksi beras, jagung, dan cabai di Sumut melimpah sepanjang 2025!
Apa Rahasia Kesuksesan JASKOP?
Pengamat Ekonomi USU, Wahyu Ario Pratomo, mengungkap kunci keberhasilan program ini terletak pada strategi yang menyeluruh:
· Fasilitas Canggih untuk Petani: Pembangunan Solar Dryer Dome (SDD) membantu petani mengeringkan hasil panen dengan kualitas terjamin, sehingga harga jual lebih stabil.
· Dukungan Teknis Maksimal: Dari penyediaan benih unggul, perbaikan irigasi, hingga pelatihan intensif bagi petani.
· Kolaborasi Solid: Sinergi Pemprov Sumut, TPID, Bulog, dan Satgas Pangan memastikan distribusi lancar dari petani hingga ke konsumen.
Hasil Nyata yang Membanggakan: Produksi Melimpah!
Berikut data produksi pangan Sumut yang jauh melampaui kebutuhan pada 2025:
· BERAS: Produksi 2,29 juta ton, sementara kebutuhan hanya 1,72 juta ton.
· JAGUNG: Produksi 1,65 juta ton, kebutuhan 1,49 juta ton.
· CABAI MERAH: Produksi 248 ribu ton, kebutuhan 121 ribu ton.
Keberhasilan ini semakin nyata dengan masuknya musim panen cabai merah di beberapa daerah seperti Simalungun, Karo, dan Langkat, yang berpotensi menghasilkan hampir 5.000 ton, sehingga harga cabai di pasaran dipastikan stabil dan terjangkau.
Program JASKOP tidak hanya melindungi petani dari kerugian, tetapi juga memastikan masyarakat menikmati harga pangan yang stabil. Langkah strategis ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. (Rel)