KRI Bima Suci Mendarat di Belawan, Wali Kota Medan Rico Waas: Momentum Medan Go International!
MEDAN – Sebuah momen bersejarah terjadi di perairan Belawan, Minggu (5/4/2026). Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci-945, kebanggaan TNI AL yang gagah dan megah, bersandar di Dermaga Pelindo 104.
Kehadirannya bukan sekadar sandar biasa, melainkan bagian dari pelayaran persahabatan internasional bergengsi ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) 2026.
Siapa yang tak terkesima? KRI Bima Suci adalah penerus legenda KRI Dewaruci kapal latih layar terbesar di Indonesia. Dengan tiga tiang utama setinggi 49 meter dan 26 layar modern, kapal ini menjadi “kelas dunia” yang berlabuh tepat di gerbang barat Indonesia: Belawan, Medan.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, langsung hadir menyambut dengan penuh semangat. Bukan tanpa alasan bagi Rico, ini adalah panggung emas untuk membawa nama Medan mendunia.
“Kami mengucapkan selamat datang di Kota Medan. Kehadiran KRI Bima Suci adalah kehormatan besar. Kapal ini simbol persahabatan, diplomasi, dan kerja sama antarnegara yang kuat,” ujar Rico di hadapan para kadet dan perwira dari berbagai negara.
Apa itu APCS 2026?
Kegiatan ini mengusung tema “Sailing Together for Navy Brotherhood”. Lebih dari sekadar parade kapal, APCS adalah wadah berkumpulnya calon pemimpin angkatan laut dari negara-negara ASEAN plus negara sahabat (China, India, Jepang, Korea Selatan, Australia, Rusia, dan AS).
Mereka berlayar bersama, membangun kepercayaan (trust building), dan mempererat ikatan persaudaraan maritim di tengah dinamika geopolitik kawasan.
Mengapa Belawan dipilih? Rico menjelaskan, posisi Belawan sangat strategis: jalur pelayaran internasional, pintu gerbang utama maritim Indonesia barat, dan pusat logistik Sumatra.
“Bukan tanpa alasan,” tegasnya. Pemko Medan pun berkomitmen penuh mendukung rangkaian acara 5–8 April 2026.
Potensi Medan ke Mata Dunia
Rico tidak ingin sekadar menjadi tuan rumah. Dia ingin showcase:
– Wisata budaya – Istana Maimun, Masjid Raya Al Mashun, dan tradisi Melayu yang kental.
– Kuliner legendaris – Soto Medan, durian Ucok, mie Aceh, dan kopi Sidikalang.
– UMKM naik kelas – Batik khas Deli, tenun, dan kerajinan tangan yang siap ekspor.
“Ini ajang bagi kami memperkenalkan kekayaan budaya, potensi wisata, dan geliat UMKM Kota Medan ke mata dunia,” tegas Rico.
Menutup sambutan, Rico berharap para peserta APCS 2026 membawa pulang kenangan manis tentang keramahan Medan. “Ceritakan ke negara masing-masing! Biar dunia tahu, Medan bukan hanya kota dagang, tapi kota persahabatan.”
Dengan sandarnya KRI Bima Suci, Medan kini benar-benar on the map bukan hanya di Indonesia, tapi di peta diplomasi maritim global. Selamat datang, para sahabat! (Rel)