Pancasila Tak Sekadar Dihafal, Tapi Dihidupkan

213

SIMALUNGUN – Wakil Bupati Simalungun Benny Gusman Sinaga mengungkapkan, Pancasila bukan sekedar dokumen history dan teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945.

Pancasila merupakan jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur.

Hal ini disampaikan Benny saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila mewakili Bupati Simalungun di Lapangan Koramil 08/Bangun Jl. Asahan Nagori Pantoan Maju Kecamatan Siantar, Simalungun, Sumut, Senin (2/6/2025).

Benny membacakan pidato resmi Kepala BPIP RI Yudian Wahyudi. Dalam kesempatan itu Benny juta mengajak semua pihak untuk merenungkan kembali bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia.

“Pancasila mempersatukan lebih dari 270 juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya dan bahasa yang berbeda,” ungkapnya.

Dalam konteks pembangunan nasional, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas, menuju Indonesia emas 1945. Salah satu yang paling fundamental dalam asta cita adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia.

“Memperkokoh ideologi Pancasila berarti menegaskan bahwa, pembangunan bangsa harus selalu berakar pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan sosial,” jelasnya.

Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks, tantangan terhadap Pancasila pun semakin nyata. Oleh karena itu melalui Asta Cita kita dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan, dari pendidikan, birokrasi, ekonomi hingga ruang ruang digital.

“Sebagai BPIP, kita terus berkomitmen menghadirkan berbagai program strategis, dari pembinaan ideologi di lingkungan pendidikan, pelatihan ASN dan aparat negara, penguatan kurikulum Pancasila, hingga kolaborasi lintas sektor untuk mengarusutamakan Pancasila diberbagai lapisan masyarakat,” katanya.

Hal ini bertujuan agar Pancasila tidak hanya di hafal, tetapi dihidupi dan dijalankan dalam tindakan nyata. Kita ingin Indonesia yang maju bukan hanya secara teknologi, tetapi juga secara moral dan berkeadilan.

“Kita ingin Indonesia yang dihormati bukan hanya karena kekuatan ekonomi, tetapi karena keluhuran budinya dan kebijaksanaan rakyatnya,” tambahny.

“Peringatan Hari Lahir Pencasila harus menjadi pengingat bahwa masa depan berada ditangan kita. Jika ingin mewujudkan Indonesia Raya, tidak ada jalan lain selain memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi jiwa dalam setiap denyut nadi pembangunan. Mari kita terus bergotong royong menjaga persatuan, menghargai perbedaan dan menanamkan Pancasila dalam setiap aspek kehidupan,” pungkasnya.(RS)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com