Pemko Medan Kirim 14 Unit Alat Berat dalam 3 Tahap, Dukung Penuh Pemulihan Bencana Banjir Aceh Tamiang

55

MEDAN – Pemerintah Kota (Pemko) Medan, melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Kebersihan (SDABMBK), menorehkan aksi nyata solidaritas antar daerah.

Sebagai respons tanggap darurat terhadap bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Pemko Medan mengerahkan bantuan logistik berat berupa pengiriman alat-alat besar secara bertahap.

Misi kemanusiaan ini bertujuan mendukung percepatan pemulihan dan pembersihan wilayah yang terdampak parah.

Plt. Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Gibson Panjaitan, mengonfirmasi bahwa pengiriman telah dilaksanakan dalam tiga gelombang atau tahap. Aksi ini dilakukan berdasarkan instruksi langsung Wali Kota Medan Rico Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap menindaklanjuti permohonan resmi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang.

“Sesuai arahan Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota, kami telah mengerahkan dan mengirimkan bantuan alat berat sebanyak tiga tahap untuk membantu upaya percepatan pemulihan di Kabupaten Aceh Tamiang,” ujar Gibson Panjaitan, Jumat (9/1/26).

Tahap Pertama: Respons Cepat Awal

Gelombang pertama bantuan tiba pada 19 Desember 2025. Sebanyak 10 unit alat berat dikerahkan, mencakup 1 unit motor grader, 2 unit backhoe loader, 4 unit dump truck, dan 3 unit trado. Setiap unit dikirim lengkap bersama petugas operator dan supir yang berpengalaman. Pelepasan keberangkatan tahap ini dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Medan di Kantor Wali Kota, menandakan komitmen resmi pemerintah kota.

Baca Juga : “TENAGANYA LUAR BIASA!” Wamendagri Bima Arya Pukau dengan Aksi Heroik Medan Bantu Aceh Tamiang Bangkit

Tahap Kedua: Penyesuaian dengan Kebutuhan Lapangan

Setelah beroperasi, tim di lapangan melaporkan kebutuhan spesifik untuk efisiensi pekerjaan. Alat berat jenis skid loader dinilai sangat krusial untuk pembersihan di area tertentu. Menanggapi masukan ini, Pemko Medan segera mengorganisir pengiriman tahap kedua pada 31 Desember 2025, berupa 2 unit skid loader tambahan. Respons cepat ini menunjukkan fleksibilitas dan keseriusan dalam mendukung proses pemulihan.

Tahap Ketiga: Dukungan dan Apresiasi dari Tingkat Nasional

Efektivitas bantuan dari Medan tidak luput dari perhatian pemerintah pusat. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan apresiasi dan bahkan merekomendasikan pengiriman tambahan alat berat untuk memaksimalkan hasil. Atas permintaan Kemendagri dan kembali dengan persetujuan pimpinan kota, tahap ketiga diluncurkan pada 7 Januari 2026.

Gelombang terakhir ini merupakan penguatan signifikan, mengirimkan 4 unit skid loader, 1 unit kompresor, dan 1 unit mobil crane. Alat-alat ini khususnya vital untuk memindahkan material sisa banjir berukuran besar dan membersihkan puing-puing.

Total Kontribusi dan Koordinasi yang Berjalan

Secara keseluruhan, kontribusi Pemko Medan mencapai 14 unit alat berat dan kendaraan pendukung, dengan dukungan 23 personel terlatih yang bertugas di lokasi. Seluruh aset dan tenaga ini hingga kini masih bertugas di Aceh Tamiang, bekerja di bawah koordinasi komando gabungan antara Pemkab setempat dan Kemendagri.

“Pola kerja di lapangan kami serahkan sepenuhnya pada arahan Pemkab Aceh Tamiang dan Kemendagri sebagai leading sector. Tim kami siap siaga dan akan mengikuti pola yang ditetapkan untuk target pembersihan yang menyeluruh,” jelas Gibson Panjaitan mengenai mekanisme operasi.

Ia juga menekankan bahwa operasi bantuan skala besar ini tidak mengganggu kewajiban utama Dinas SDABMBK dalam melayani masyarakat Kota Medan. Ketersediaan armada dan tenaga di Kota Medan tetap dipastikan sesuai dengan pesan Wali Kota.

Aksi berkelanjutan Pemko Medan ini merupakan cerminan nyata semangat gotong royong dan solidaritas sesama anak bangsa dalam menghadapi musibah.

Sinergi yang terbangun antara pemerintah daerah (Pemko Medan dan Pemkab Tamiang) dengan pemerintah pusat (Kemendagri) juga menjadi contoh positif kolaborasi efektif dalam manajemen penanggulangan bencana, mempercepat proses pemulihan dan mengembalikan kehidupan masyarakat Aceh Tamiang ke keadaan normal. (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com