Pemko Medan Fokus 5 Solusi Atasi Macet, Underpass Rp 200 Miliar Hanya untuk Titik Prioritas
MEDAN – Pemko Medan mengoptimalkan lima solusi praktis untuk mengurai kemacetan sebelum mempertimbangkan pembangunan underpass atau flyover yang menelan anggaran hingga Rp 200 miliar per titik.
Saat ini, hanya dua dari delapan titik rencana underpass yang sudah terealisasi, yakni di Jalan Gatot Subroto dan Jalan Jawa.
Underpass Medan: APBN Jadi Andalan, APBD Terbatas
Kepala Bappeda Kota Medan, Ir. Benny Iskandar menjelaskan bahwa pembangunan underpass bergantung pada APBN, karena APBD tidak mencukupi. Hanya satu titik yang diprioritaskan dalam RPJMD 2025-2029, dengan kemungkinan penambahan jika pendapatan daerah meningkat.
Alasan Pilih Underpass Ketimbang Flyover
– Flyover dinilai kurang estetis karena kolongnya sering dipadati aktivitas informal.
– Underpass lebih efisien tanpa perlu pembebasan lahan luas.
5 Solusi Murah Atasi Macet di Medan
Benny memaparkan lima alternatif yang lebih cepat dan hemat anggar:
1. Optimalisasi Lampu Lalu Lintas
– Hindari kesemrawutan dengan pengaturan sinyal yang tepat.
2. Penutupan Persimpangan (Crossing)
– Contoh sukses: Simpang Jalan Karya-Amír Hamzah dan Jalan AH Nasution-Karya Wisata.
3. Sistem Putar Berjarak (2 KM)
– Median dibuka tiap 2 km (contoh: Jalan Sisingamangaraja & Ringroad) untuk hindari penumpukan kendaraan.
4. Kanalisasi (Pemisahan Jalur Belok)
– Contoh: Jalur khusus belok di Jalan Jamin Ginting ke Jalan Dr. Mansyur (USU).
5. Pembangunan Bundaran
– Rencana bundaran di Simpang Glugur (Jalan KL Yos Sudarso) dan Simpang Juanda untuk lancarkan arus lalu lintas.
“Jika lima solusi ini belum efektif, baru pertimbangkan underpass atau flyover,” tegas Benny.
Tantangan Pembangunan Jangka Panjang
Dari delapan titik underpass yang dibutuhkan, enam titik masih tertunda karena keterbatasan anggaran. Pembangunan underpass di Medan membutuhkan jeda waktu:
– Amplas ke Cemara : 10 tahun
– Cemara ke Jamin Ginting : 4 tahun
– Jamin Ginting ke Gatot Subroto : 5 tahun
Dengan kondisi ini, Pemko Medan memprioritaskan solusi jangka pendek yang lebih terjangkau sebelum melirik proyek infrastruktur besar. (FD)