Pemko Medan Kunci Realisasi APBD 2026: Strategi Baru Cegah SILPA Rp592 Miliar Terulang

288

MEDAN — Pemerintah Kota Medan mengambil langkah strategis dalam mengoptimalkan realisasi APBD Tahun Anggaran 2026.

Fokus utamanya memastikan keseimbangan antara penerimaan dan belanja daerah, sekaligus mencegah terulangnya SILPA besar yang mencapai Rp592 miliar pada tahun sebelumnya.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Medan, Erfin Fachrurrazi, memimpin langsung Rapat Monitoring dan Evaluasi Realisasi Penyerapan APBD di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Jumat (16/10/2026). Rapat ini dihadiri seluruh pimpinan perangkat daerah dan camat se-Kota Medan.

Erfin mengungkapkan bahwa Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan perhatian serius terhadap optimalisasi penyerapan anggaran. Pengalaman tahun lalu menjadi pelajaran berharga.

“Bapak Wali Kota memberikan atensi khusus agar SILPA yang besar seperti tahun lalu tidak terjadi lagi. Tahun lalu, SILPA kita kurang lebih Rp592 miliar,” tegas Erfin.

Baca Juga : Pendapatan Naik, PAD Justru Anjlok! Hanura-PKB Bongkar Bahaya Silpa di Balik Triliunan Rupiah

Angka tersebut menjadi alarm bagi jajaran Pemko Medan untuk bekerja lebih efektif dalam merealisasikan program pembangunan yang telah direncanakan.

Rapat evaluasi ini bukan sekadar formalitas. Setiap perangkat daerah yang realisasi anggarannya masih rendah mendapat dorongan langsung untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan sesuai target yang ditetapkan.

Forum ini juga menjadi ruang terbuka bagi pimpinan perangkat daerah menyampaikan kendala lapangan. Berbagai hambatan diurai satu per satu untuk dicarikan solusi konkret.

“Evaluasi dan koordinasi antar perangkat daerah menjadi bagian dari upaya memastikan realisasi APBD berjalan sesuai arahan Wali Kota Medan,” jelas Erfin.

Optimalisasi APBD bukan sekadar angka administratif. Ini menyangkut kelancaran program pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan publik, dan percepatan berbagai proyek strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Dengan penyerapan anggaran yang lebih baik, masyarakat Medan berhak berharap pembangunan berjalan lebih merata, pelayanan publik semakin responsif, dan kesejahteraan kota terus meningkat.

“Anggaran yang telah direncanakan diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Erfin.

Langkah Pemko Medan ini menunjukkan komitmen nyata dalam mengelola keuangan daerah secara transparan dan akuntabel. Publik pun menanti bukti konkret di lapangan. (Rel)