Pulang Bawa Ilmu, Bapenda Medan Siap Genjot Digitalisasi Pajak demi Kemandirian Fiskal

382

MEDAN – Sebuah langkah strategis menuju transformasi tata kelola keuangan daerah baru saja dirampungkan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, M. Agha Novrian, resmi menuntaskan Program Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XII Tahun 2026.

Penutupan diklat elit ini berlangsung khidmat di Aula Raja Inal Siregar, Jumat (25/09/2026), dan ditutup langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, B.Sc.

Kehadiran Agha Novrian dalam PKN ini bukan sekadar rutinitas birokrasi. Ini adalah sinyal kuat bahwa Pemko Medan, khususnya Bapenda, serius dalam mengawal era baru pengelolaan pendapatan.

Di tengah tantangan fiskal yang semakin kompleks, kemampuan kepemimpinan strategis menjadi kunci utama untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

PKN Tingkat I dirancang sebagai kawah candradimuka bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk mengasah kompetensi kepemimpinan strategis, integritas, dan inovasi.

Baca Juga : Transformasi Pajak Medan: Di Balik Layar eLoket Pajak dan Strategi Agha Novrian di PKN II

Bagi Agha Novrian, momen ini adalah titik balik. Ia tidak hanya menyerap teori, tetapi juga telah merancang proyek perubahan konkret yang akan segera diimplementasikan di Bapenda Kota Medan.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian PKN Tingkat I Angkatan XII Tahun 2026 ini telah ditutup secara resmi. Pengalaman dan ilmu kepemimpinan strategis yang kami peroleh memberikan sudut pandang baru yang tajam, terutama dalam merumuskan strategi adaptif menghadapi tantangan fiskal modern,” ungkap Agha Novrian usai acara.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai kepemimpinan kolaboratif dan inovatif yang ditekankan selama pelatihan sejalan dengan komitmen Bapenda Kota Medan. Fokus utamanya kini adalah mempercepat digitalisasi perpajakan daerah.

Bayangkan, sistem pajak yang lebih transparan, efisien, dan mudah diakses oleh masyarakat. Ini bukan lagi wacana, melainkan target yang akan dikejar.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Kemandirian fiskal daerah adalah pondasi bagi pembangunan Kota Medan yang berkelanjutan. Dengan optimalisasi digitalisasi, potensi kebocoran pajak dapat diminimalisir, dan akuntabilitas kinerja instansi dapat ditingkatkan secara signifikan.

“Bekal yang kami dapatkan bukan sekadar teori kepemimpinan, melainkan instrumen nyata untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin prima. Kami di Bapenda Kota Medan siap menerapkannya demi mendongkrak kemandirian fiskal daerah yang berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan Kota Medan,” tegasnya.

Peningkatan pendapatan daerah bukan hanya soal angka. Ini berarti lebih banyak anggaran untuk infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan layanan publik lainnya.

Digitalisasi pajak yang diusung Bapenda Medan akan membuat proses pembayaran lebih mudah, mengurangi tatap muka, dan meminimalisir potensi kecurangan.

Keberhasilan PKN ini menjadi penanda bahwa kepemimpinan di Bapenda Medan sedang bergerak ke arah yang lebih progresif.

Publik kini menantikan gebrakan nyata apakah janji digitalisasi ini akan segera terwujud? Bagaimana strategi Bapenda menarik wajib pajak dengan pendekatan baru?

Semua mata tertuju pada langkah selanjutnya dari M. Agha Novrian dan tim. Jika proyek perubahan ini sukses, bukan tidak mungkin Kota Medan akan menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan pendapatan daerah yang modern dan akuntabel.

Sebagai informasi, PKN Tingkat I Angkatan XII Tahun 2026 diikuti oleh para pejabat tinggi pratama dari berbagai instansi. Program ini bertujuan melahirkan pemimpin perubahan yang mampu membawa organisasi mereka menghadapi disrupsi global.

Dengan selesainya pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menjadi agen transformasi di lingkungan kerjanya masing-masing.

Apakah digitalisasi pajak akan efektif meningkatkan pendapatan daerah? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar. Jangan lupa ikuti terus perkembangan kebijakan Bapenda Kota Medan hanya di media ini. (FD/Rel)