Puluhan Mahasiswa Tuntut Penyelidikan Tegas Maraknya Peredaran Narkoba di Kawasan Jermal Medan
MEDAN – Gelombang protes mahasiswa kembali bergema di Medan! Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan Sumatera Utara menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolrestabes Medan pada Selasa (23/12/2025).
Meski massa yang hadir terbilang sedikit, semangat mereka membara untuk mendesak Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak melakukan penyelidikan menyeluruh, independen, profesional dan transparan terhadap dugaan peredaran narkoba serta kejahatan terorganisir di kawasan Jermal. Diketahui wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu hotspot narkotika di Kota Medan.
Kawasan Jermal memang bukan rahasia lagi menjadi sorotan karena maraknya aktivitas ilegal narkoba. Baru-baru ini, Polrestabes Medan di bawah pimpinan Kombes Calvijn yang berpengalaman luas di bidang reserse narkoba telah melakukan serangkaian razia besar, termasuk penggerebekan sarang narkoba di Jermal XV yang mengamankan puluhan tersangka.
Namun, mahasiswa menilai tindakan tersebut masih belum cukup untuk memutus mata rantai jaringan, terutama yang melibatkan pelaku lapangan, koordinator, aktor intelektual, hingga dugaan oknum pelindung atau backer.
“Kami menuntut penegakan hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu terhadap semua pihak yang terlibat – dari pengedar kecil hingga bandar besar dan pihak yang diduga membekingi!” tegas Koordinator Lapangan, Fauzie Siregar, dalam orasinya yang menggelegar.
Massa juga mendesak evaluasi total kinerja Polrestabes Medan, Direktorat Narkoba, dan Polda Sumut yang dinilai belum optimal dalam menjalankan fungsi penegakan hukum secara adil dan berintegritas.
“Keterbukaan informasi publik harus menjadi prioritas sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi kepada rakyat,” tambah Fauzie.
Lebih lanjut, mereka menyerukan penertiban menyeluruh tanpa kompromi, serta keterlibatan aktif masyarakat dan pemerintah daerah dalam pencegahan dan pemberantasan narkotika secara berkelanjutan.
“Aparat harus membangun kembali kepercayaan publik melalui aksi nyata, bukan hanya razia simbolis!” serunya.
Fauzie tak lupa memberi peringatan keras jika tuntutan ini diabaikan, kami akan kembali turun ke jalan dengan massa yang jauh lebih besar.
Aksi berlangsung tertib dan kondusif, dengan massa bubar secara damai setelah menyampaikan aspirasi. Ini menjadi pengingat bahwa ancaman narkoba di Sumatera Utara, khususnya Medan, masih menjadi isu krusial yang mengancam generasi muda dan stabilitas sosial. (CHAL)