Ramadan di Tengah Duka: Bobby Nasution Salat Tarawih Perdana Bersama Korban Banjir Tapteng

118

TAPTENG – Bulan suci Ramadan 1447 H tiba dengan nuansa berbeda di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah. Di tengah kepungan duka akibat banjir bandang yang kembali melanda, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, memilih untuk menggelar Salat Tarawih perdana bersama warga terdampak, Rabu (18/2/2026) malam.

Kehadiran orang nomor satu di Sumut itu menjadi oase di tengah keterpurukan. Berlokasi di Masjid Al-Huda, Desa Hutanabolon, Bobby Nasution tak hanya memimpin shalat berjamaah, tetapi juga membawa pesan solidaritas yang menyentuh hati.

Ratusan warga muslim yang masih berselimut duka, petugas kebencanaan yang kelelahan, serta aparat TNI/Polri tampak khusyuk mengikuti rangkaian ibadah Isya dan Tarawih. Suasana khidmat terasa, meski bangunan masjid masih dalam tahap penyelesaian pascabencana.

“Ini adalah bentuk kepedulian nyata. Di saat kami dilanda musibah, Pak Gubernur justru hadir di sini, bukan hanya sebagai pemimpin, tapi sebagai saudara,” ujar seorang warga dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga : Masjid yang Dihantam Ribuan Kayu Gelondongan Kini Hidup Kembali, Warga Gelar Tarawih Perdana di Tengah Lumpur

Seperti diketahui, banjir bandang yang terjadi pada 16 Februari 2026 lalu merupakan bencana ketiga yang menerjang kawasan tersebut sejak November 2025. Hal ini menjadi ironi, mengingat pemerintah sebelumnya menargetkan “zero pengungsi” pada momen Ramadan dan Idulfitri tahun ini.

Usai melaksanakan shalat, Gubernur Bobby Nasution menyampaikan belasungkawa mendalam. Dengan nada prihatin namun penuh semangat, ia menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan.

“Ya, karena target kita awalnya adalah zero pengungsi di Ramadan ini. Tapi ternyata ujian datang kembali. Saya minta masyarakat untuk bersabar dan tetap tegar. Pemerintah tidak tinggal diam,” tegas Bobby di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, mantan Wali Kota Medan itu memastikan bahwa upaya mitigasi bencana dan pembangunan kembali akan digenjot melalui program Rencana Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pascabencana (R3P).

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, TNI/Polri, dan relawan agar pembangunan tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas dan tahan terhadap bencana susulan.

Senada dengan Gubernur, Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi, yang turut mendampingi, mengungkapkan rasa haru dan terima kasihnya. Menurutnya, kehadiran Gubernur di barisan terdepan merupakan suntikan moral yang luar biasa bagi warga Tapteng.

“Kami mengucapkan terima kasih tak terhingga. Kehadiran Pak Gubernur sedikit banyak mengobati luka kami di tengah bencana. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir untuk rakyat, apalagi di bulan yang penuh berkah ini. Kami akan terus berupaya memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa,” pungkas Mahmud.

Malam itu, meski desa mereka tengah berduka, semangat warga Hutanabolon sedikit demi sedikit bangkit. Di bulan penuh ampunan ini, kehadiran seorang pemimpin menjadi penerang di tengah gelapnya musibah, mengajarkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga tentang berbagi beban dan menguatkan sesama. (Rel) 

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com