MEDAN — Capaian retribusi Kota Medan tahun ini dinilai lebih baik, tetapi Pj Sekda Kota Medan Erfin Fachrurrazi menolak ukuran keberhasilan hanya dari target yang terlampaui.
Dalam Rapat Tim Koordinasi Optimalisasi Penerimaan PAD Sektor Retribusi di Ruang Rapat Bapenda Kota Medan, Kamis (22/10/2026), ia menegaskan retribusi harus berjalan seiring kualitas pelayanan publik.
“Bukan hanya kita cerita target melampaui batas lalu dianggap berhasil. Ada makna lebih luas: apakah masyarakat mendapatkan pelayanan sesuai kehendak dan kebutuhannya? Saya ingin kita menyamakan persepsi, jangan sampai retribusi hanya dianggap tugas tambahan,” tegas Erfin.
Pesan itu menjadi pembeda: retribusi bukan sekadar alat fiskal, melainkan kontrak layanan antara pemerintah dan warga. Karena itu, setiap perangkat daerah diminta memastikan pemungutan retribusi tidak berhenti pada setoran, tetapi juga pada mutu jasa yang diterima masyarakat.
Baca Juga : Sinergi Lintas Instansi Hadirkan Layanan Pajak Dadakan di Jalanan, Bukan Sekadar Razia!
Erfin menyebut secara umum penerimaan retribusi Kota Medan menunjukkan perkembangan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu, seluruh OPD diminta terus menggali potensi dan meningkatkan kinerja hingga akhir tahun.
Asisten Administrasi Umum Setda Kota Medan Laksamana Putra Siregar menambahkan, rapat koordinasi menjadi momentum evaluasi capaian dan percepatan retribusi Triwulan IV.
Menurutnya, beberapa sektor retribusi agregat sudah sangat baik, bahkan melebihi target pada Triwulan II. Namun bagi OPD yang belum mencapai target, langkah terpenting adalah menyajikan data, memaparkan permasalahan, dan menyusun proyeksi penanganan secara rasional untuk mengejar target akhir tahun.
Bagi warga, arah ini layak diawasi: jangan hanya bertanya berapa retribusi yang masuk, tetapi juga layanan apa yang membaik.
Bagi OPD, pesannya jelas target boleh dikejar, pelayanan wajib dijaga. Retribusi Medan yang sehat bukan yang paling cepat mencapai angka, melainkan yang mampu membuat warga merasa dilayani dengan pantas.
Dengan begitu, koordinasi tidak berhenti sebagai forum angka, melainkan menjadi ruang evaluasi layanan yang berdampak langsung bagi pengguna jasa retribusi di Medan. (Rel)



