Stok Pangan Sumut Surplus! Pemprov Pastikan Harga Stabil Jelang Ramadan 2026, Ini Strategi Jitunya

113

MEDAN – Menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri 2026, masyarakat Sumatera Utara tidak perlu khawatir! Pemprov Sumut secara resmi memastikan ketersediaan stok pangan dalam kondisi SURPLUS dan harga bahan pokok akan tetap stabil.

Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh Plt. Kadis Ketahanan Pangan Sumut, Timur Tumanggor. “Stok pangan kita sekarang surplus. Kita pastikan harga bahan pokok stabil, tidak melonjak drastis selama Ramadan hingga Lebaran nanti,” tegasnya di Kantor Gubernur Sumut.

DATA SURPLUS yang Menguatkan

Faktanya, sepanjang 2025 Sumut mengalami surplus beras yang fantastis. Produksi mencapai 2,2 juta ton, sementara konsumsi hanya 1,7 juta ton. Artinya, ada kelebihan 501.000 ton beras yang siap disalurkan! Tak heran, Sumut kini menjadi salah satu penyuplai beras utama untuk daerah lain.

Baca Juga : Sampai 16 Oktober, Surplus APBD Kota Medan TA 2024 Rp326,47 Miliar

Tak hanya beras, komoditas kritis seperti cabai merah (134 ribu ton), jagung (135 ribu ton), dan cabai rawit (65 ribu ton) juga tercatat surplus. Namun, Pemprov tetap waspada terhadap fluktuasi harga cabai karena tingginya permintaan dari provinsi lain.

Strategi Cerdas Jaskop & Kawasan Unggulan

Untuk menjamin stabilitas, Pemprov menggalakkan Program Jaskop (Jaminan Kestabilan Harga Komoditas Pangan). Intervensi dilakukan sejak dini, terutama saat panen raya, untuk mengontrol pasokan dan harga.

“Kami intervensi alsintan, pupuk, dan bibit di kawasan unggulan,” jelas Timur. Untuk padi, fokus di Deliserdang, Serdangbedagai, dan Asahan. Sementara sentra cabai merah dikembangkan di Karo dan Batubara.

Inovasi Teknologi & Antisipasi Inflasi

Kepala Bappelitbang Sumut, Dikky Anugrah, membeberkan inovasi yang dilakukan. Sepanjang 2025, telah dibangun 10 unit Solar Dryer Dome (SDD) dan 10 gudang penyimpanan di sentra cabai. Teknologi SDD ini mampu:

· Menampung 2 ton cabai.
· Turunkan risiko kehilangan hasil 20%.
· Tingkatkan pendapatan petani 22%.

Tak hanya itu, untuk meredam inflasi saat harga cabai meroket, BUMD Sumut membeli dan menyalurkan 50 ton cabai dari Jawa. Langkah cepat ini, ditambah operasi pasar murah, sukses turunkan inflasi Sumut ke 3,96% pada November 2025.

Gotong Royong Pulihkan Lahan Pascabencana

Komitmen Pemprov juga terlihat dari kesigapan pemulihan 31.123 hektare lahan pertanian yang terdampak bencana. Di Tukka, Sibolga, 94 hektare lahan rusak langsung diintervensi dengan penanaman kembali. Pemulihan lahan rusak sedang dan berat dilakukan bersama Kementerian Pertanian dan pemerintah kabupaten/kota.

“Kami kolaborasi dan gotong royong. Targetnya, produksi panen tidak terganggu,” pungkas Timur Tumanggor.

Dengan langkah proaktif, inovatif, dan kolaboratif ini, Sumut siap menyambut Ramadan & Idulfitri 2026 dengan ketahanan pangan yang kuat dan harga yang terjangkau. Kabar baik ini patut menjadi perhatian dan diapresiasi seluruh masyarakat. (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com