Telantarkan Bayi 7 Bulan, Koki Kafe di Sibolga Diburu Polis

359

TAPANULI TENGAH – Seorang koki kafe berinisial RS (27) diburu Satreskrim Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) setelah diduga terlibat dalam penelantaran bayi perempuan berusia tujuh bulan di pinggir jalan Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Jumat (9/10/2026).

 

Pria yang bekerja di sebuah kafe di Sibolga itu diduga telah melarikan diri ke Kota Medan. Polisi kini melakukan pengejaran untuk mengungkap kasus yang melibatkan bayi perempuan berinisial PT tersebut.

 

“ Saat ini, pelaku diduga telah melarikan diri ke Kota Medan dan dalam pengejaran petugas,” ujar Kasat Reskrim Polres Tapteng, Iptu Dian Agustian Perdana, Sabtu (10/10/2026).

 

Berdasarkan penyelidikan awal, bayi tersebut merupakan anak dari DW (27) dan RS. Keduanya diketahui menjalin hubungan asmara setelah berkenalan melalui media sosial Facebook pada 2018. Hubungan mereka kembali terjalin pada Juni 2025.

 

Pada Agustus 2025, DW mengetahui dirinya hamil. Menurut Dian, keduanya sempat bersepakat menyembunyikan kehamilan dan berupaya menggugurkan kandungan. Namun, upaya tersebut gagal.

 

“Mereka sepakat menyembunyikan kehamilan dan berniat menggugurkan kandungan. Namun, upaya tersebut gagal,” katanya.

Baca Juga; Bayi Laki-Laki Baru Lahir Ditemukan Tergeletak di Steling Dagangan Warga

 

DW kemudian melahirkan bayi perempuan itu secara sembunyi-sembunyi pada 15 Maret 2026. Dalam catatan Kartu Keluarga, DW menggunakan identitas suami sahnya, Tumanggor, meski keduanya telah lama tidak tinggal serumah.

 

Setelah merawat bayi tersebut selama sekitar tujuh bulan, DW mengaku mengalami kesulitan ekonomi dan meminta pertanggungjawaban RS. Pada 1 Oktober 2026, bayi itu diserahkan kepada RS untuk dirawat.

 

Namun, RS kemudian menitipkan bayi tersebut kepada seorang pengasuh berinisial A Parapat di Pandan. Polisi menyebut penitipan itu disertai janji pembayaran upah perawatan sebesar Rp200.000 per minggu.

 

Kondisi bayi itu juga membutuhkan perhatian khusus. Menurut polisi, bayi tersebut mengidap Down syndrome dan tuberkulosis (TBC), serta sempat menjalani perawatan di RSUD Pandan.

 

Hingga keterangan polisi pada Sabtu (10/10/2026), RS masih dalam pengejaran. Polisi terus mendalami rangkaian peristiwa yang berujung pada penemuan bayi tersebut di pinggir jalan.(RS)