Tragedi Panen Sawit di Dairi: Ayah Tiga Anak Tewas Tersengat Listrik, Istri Sedang Hamil
DAIRI — Sabtu (3/10/2026) menjadi hari kelam bagi keluarga Putra Silaban (33). Warga Desa Lae Panginuman, Kecamatan Silima Pungga-pungga (SPP), Kabupaten Dairi, itu tewas setelah tersengat aliran listrik saat memanen buah sawit di Desa Lae Ambat.
Korban dikenal sebagai ayah tiga anak. Istrinya sedang hamil. Ia baru pertama kali ikut bekerja memanen sawit.
Informasi ini diperoleh dari Kepala Puskesmas Parongil, Dewi Murniwaty Sihaloho, melalui WhatsApp, Minggu (4/10/2026).
Menurut Dewi, Putra tiba di Puskesmas Parongil sekitar pukul 16.45 WIB, diantar keluarganya. Berdasarkan keterangan keluarga, korban tersengat listrik saat memanen sawit menggunakan egrek.
Saat diperiksa, kondisi Putra sudah sangat kritis. Tekanan darah tidak terukur, nadi tidak teraba, pernapasan tidak ada, dan hasil EKG menunjukkan garis datar.
Baca Juga : Bobol SMP HKBP Poriaha, Pria 36 Tahun Gondol 9 Chromebook Sekolah
Tim medis melakukan RJP. Namun, nyawa korban tidak tertolong. “Setelah dilakukan pertolongan RJP, pasien dinyatakan meninggal dunia,” kata Dewi.
Rekan kerja korban, AS, mengaku tidak mengetahui persis kronologi kejadian. Ia hanya mengetahui bahwa saat mendatangi lokasi, Putra sudah dalam kondisi meninggal dunia di bawah tiang listrik, dekat pohon sawit.
Egrek yang digunakan korban masih berada di lokasi. “Persisnya kurang tahu saya. Saat saya ke sana, PS sudah meninggal dan posisinya di bawah tiang listrik dekat pohon sawit. Itu saja yang saya tahu,” ujar AS.
AS menyebut, Putra baru pertama kali ikut bekerja memanen sawit. Korban meninggalkan tiga anak yang masih kecil dan seorang istri yang sedang hamil. “Korban sudah dikebumikan tadi. Begitulah kondisi keluarga PS,” katanya.
Putra telah dimakamkan, Minggu (4/10/2026). Keluarga menerima jenazah korban untuk dimakamkan. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam sekaligus menjadi alarm bahaya listrik di area kebun.
Pekerja sawit, terutama yang menggunakan egrek, perlu memastikan jarak aman dari jaringan listrik, memakai alat sesuai prosedur, dan berkoordinasi dengan pihak terkait sebelum bekerja.
Jangan sampai panen sawit berubah menjadi tragedi. Keselamatan kerja bukan sekadar aturan, tetapi nyawa. (FD)