Detik-Detik Nyaris Bencana! Otamendi Hampir “Menghabisi” Messi di Latihan Terakhir Jelang Final Piala Dunia 2026

223

NEW YORK – Hanya hitungan jam jelang laga pamungkas Piala Dunia 2026, skuad Argentina dibuat gempar oleh momen yang nyaris menjadi mimpi buruk terbesar bagi seluruh rakyat Argentina.

Nicolas Otamendi, bek senior berusia 38 tahun, nyaris mencederai sang kapten legendaris Lionel Messi dalam sesi latihan terakhir di kompleks New York Red Bull, Morristown. Detik-detik mencekam itu langsung viral dan membuat para penggemar di seluruh dunia menahan napas.

Dalam video yang dirilis media Spanyol AS, terlihat Argentina menggelar sesi latihan ringan sesuai arahan pelatih Lionel Scaloni.

Sang juru taktik sengaja tidak memforsir fisik para pemain mengingat waktu istirahat yang sangat singkat usai babak semifinal. Namun dalam sesi permainan kecil (rondo) yang seharusnya santai, segalanya berubah dalam sepersekian detik.

Saat sebuah bola melayang di udara, Messi bersiap menyambutnya dengan kontrol dada. Namun dari sisi lain, Otamendi meluncur kencang mencoba menyapu bola lebih dulu.

Baca Juga : Sihir Messi Di 2 Menit Akhir! Argentina Bantai Inggris 2-1

Ujung kaki Otamendi mengenai bola tepat di depan kaki Messi. Dalam kecepatan super cepat, Messi dengan refleks instingtif mengangkat kakinya dan menghindari tekel rekan setimnya itu.

Beberapa pemain Argentina yang menyaksikan langsung dari pinggir lapangan tampak syok seorang rekan setim bahkan mengangkat kedua tangan ke kepala.

Bisa dibayangkan, jika Messi terluka di momen krusial ini, perjuangan Argentina mempertahankan gelar juara dunia dari Spanyol yang sedang dalam tren 37 pertandingan tak terkalahkan bisa hancur dalam sekejap.

Namun sang maestro menunjukkan kedewasaannya. Alih-alih marah, Messi justru menatap Otamendi sambil tersenyum. Otamendi yang tampak canggung dan malu-malu membalas senyuman itu.

Momen tegang berakhir dengan candaan dan suasana hangat meski tidak semua orang bisa bernapas lega. CNN Portugal melaporkan Otamendi terlihat tertawa dalam insiden itu, sementara Messi tidak. Beda reaksi, beda tekanan.

Yang menarik, satu nama pasti langsung terlintas di benak penggemar: Rodrigo De Paul. Gelandang yang dikenal sebagai “bodyguard” pribadi Messi ini memang memiliki reputasi sebagai pemain yang selalu menjadi benteng pertama jika sang kapten mendapat tekanan dari lawan.

Julukan itu bahkan melekat karena De Paul selalu sigap membela Messi baik di lapangan maupun di luar lapangan. Kini pertanyaannya: apakah De Paul akan “memplototi” Otamendi usai insiden ini? Apalagi Messi dan De Paul saat ini juga satu tim di Inter Miami, sehingga ikatan mereka makin erat.

Untungnya, seluruh pemain Argentina dilaporkan dalam kondisi prima dan siap tempur. Messi yang akan memainkan Piala Dunia keenam dan terakhirnya dalam karier tetap menjadi pusat permainan dengan koleksi delapan gol dan empat assist sepanjang turnamen.

Final Spanyol vs Argentina sendiri akan digelar di Stadion New York New Jersey, AS, pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB dini hari. Stadion berkapasitas 80.663 penonton ini akan menjadi saksi duel generasi Messi (39 tahun) vs Lamine Yamal yang disebut-sebut sebagai pewaris alaminya di Barcelona.

Satu hal yang pasti nasib Argentina di final nyaris berubah oleh kaki rekannya sendiri. Beruntung, Messi masih utuh, senyumnya masih merekah, dan mimpi mempertahankan gelar Piala Dunia masih terbuka lebar. (FD)