Fenomena Doomscrolling: Kebiasaan Digital Menggerus Kesehatan Mental

191

MEDAN – Di tengah arus informasi yang tiada henti, muncul fenomena baru bernama doomscrolling, yakni kebiasaan terus-menerus mengakses berita negatif atau menakutkan secara berlebihan melalui media sosial dan platform digital. Fenomena ini semakin marak sejak pandemi dan terus berlanjut hingga sekarang.

Doomscrolling sering kali terjadi tanpa disadari, terutama saat seseorang membuka ponsel sebelum tidur atau saat waktu senggang. Konten-konten seputar bencana, konflik, kriminalitas, atau berita negatif lainnya dikonsumsi dalam durasi panjang, hingga akhirnya menimbulkan dampak terhadap kesehatan mental.

Menurut sejumlah psikolog, doomscrolling dapat memicu kecemasan, stres, hingga gangguan tidur. Hal ini disebabkan otak manusia cenderung lebih peka terhadap informasi negatif karena dianggap sebagai bentuk kewaspadaan terhadap ancaman. Sayangnya, ketika informasi tersebut dikonsumsi berlebihan tanpa jeda, pikiran menjadi tertekan.

“Satu dua berita negatif tidak masalah, tetapi jika dilakukan terus-menerus bisa berdampak pada persepsi kita terhadap dunia. Kita jadi merasa dunia ini suram dan berbahaya, padahal kenyataannya belum tentu,” ujar seorang psikolog klinis yang enggan disebutkan namanya.

Fenomena ini juga berkaitan erat dengan algoritma media sosial yang secara otomatis menyuguhkan konten serupa berdasarkan ketertarikan pengguna. Akibatnya, pengguna seperti ‘terjebak’ dalam lingkaran berita negatif yang terus muncul tanpa henti.

Para ahli menyarankan beberapa langkah untuk mengurangi dampak doomscrolling, antara lain dengan membatasi waktu penggunaan gawai, menetapkan waktu khusus untuk membaca berita, dan memperbanyak konsumsi konten positif atau edukatif. Selain itu, detoks digital secara berkala juga sangat dianjurkan.

Fenomena doomscrolling menjadi pengingat penting bahwa literasi digital bukan hanya soal informasi yang benar, tapi juga tentang menjaga kesehatan mental di era banjir informasi. Bijak berselancar di dunia maya, demi jiwa yang lebih sehat.(EL)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com