Hardiknas 2025: Kota Medan Fokus pada Mutu Pendidikan, Pemerataan dan Kesejahteraan Guru

272

MEDAN – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pemerataan pendidikan di Kota Medan.

Hal ini ditekankan oleh Ketua Komisi II DPRD Medan, H. Kasman bin Marasakti Lubis, dalam wawancara eksklusif dengan media.

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Medan Targetkan Generasi Unggul
Kasman menegaskan, pendidikan berkualitas adalah kunci membangun generasi unggul. “Hardiknas 2025 tidak sekadar seremonial. Ini saatnya refleksi bersama untuk memperkuat komitmen meningkatkan infrastruktur pendidikan, pemerataan akses, dan kesejahteraan guru,” ujarnya.

Ia mendorong Pemerintah Kota Medan mempercepat peningkatan fasilitas sekolah, kurikulum berbasis kompetensi, serta pelatihan guru. “Anggaran pendidikan harus tepat sasaran, terutama untuk daerah pinggiran,” tambah politisi PKS ini.

Pemerataan Pendidikan: Solusi Atasi Kesenjangan di Medan
Menurut Kasman, pemerataan pendidikan di Medan masih menjadi tantangan. “Anak di pusat kota dan pinggiran harus dapat fasilitas sama. Ini langkah awal menciptakan keadilan sosial,” tegasnya.

Komisi II DPRD Medan mendorong Dinas Pendidikan mengalokasikan dana untuk:
1. Pembangunan ruang kelas baru di daerah terpencil.
2. Penyediaan sarana teknologi pembelajaran merata.
3. Program beasiswa bagi siswa kurang mampu.

Kesejahteraan Guru Honorer dan ASN Harus Jadi Prioritas
Kasman juga menyoroti nasib guru honorer. “Kesejahteraan guru adalah fondasi pendidikan. Hardiknas harus jadi momentum menaikkan tunjangan dan status kepegawaian,” ucapnya.

Data Dinas Pendidikan Medan mencatat, 30% guru di Medan masih berstatus honorer dengan gaji di bawah UMP. “Ini harus segera diatasi agar guru fokus mengajar tanpa terbebani ekonomi,” tambahnya.

Infrastruktur Pendidikan: Perbaiki Sekolah Rusak dan Tambah Fasilitas Digital

Soal infrastruktur pendidikan, Kasman meminta Pemko Medan mempercepat rehabilitasi sekolah rusak dan memperluas akses internet di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). “Era digital menuntut sekolah memiliki lab komputer dan jaringan stabil,” jelasnya.

Kolaborasi Semua Pihak untuk Pendidikan Medan yang Inklusif
Kasman mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, pengusaha, dan NGO, mendukung ekosistem pendidikan inklusif.

“Pendidikan tanggung jawab bersama. Mari wujudkan Medan sebagai kota pendidikan berkeadilan,” pungkasnya. (FD)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com