Respons Cepat Bobby Nasution di Tapteng: Bantuan Tak Cair Sebelum Data Valid, Camat & Kades Diminta ‘Melototi’ Setiap Hari!

113

TAPTENG – Gerak cepat, bukan sekadar janji. Itulah yang ditunjukkan Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, saat langsung menyambangi Desa Lubukampolu, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Senin (13/4/2026).

Di tengah proses pemulihan pascabencana hidrometeorologi, Bobby tidak menunggu laporan di balik meja. Ia turun, mendengar, dan merespons dengan gaya kepemimpinan yang blak-blakan dan solutif.

Keluhan Warga: Jatah Hidup & Hunian Sementara Belum Cair

Sejumlah warga yang ditemui langsung melontarkan keluhan klasik pascabencana bantuan jatah hidup (Jadup) dan hunian sementara (huntara) belum mereka rasakan.

Namun, alih-alih memberi janji manis, Bobby menegaskan bahwa anggaran sudah tersedia di Pemerintah Provinsi Sumut.

“Jangan bilang kami nggak kasih. Anggarannya ada. Kami tinggal menunggu data. Makanya tanya ke Pak Camat,” tegasnya sambil meninjau pembangunan tanggul Sungai Badiri.

Pesan Kunci: Data Valid Itu Segalanya

Bobby mengingatkan bahwa sejak arahan Kementerian Dalam Negeri, validitas data adalah syarat mutlak penyaluran bantuan.

Baca Juga : Bobby Nasution Turun Tangan! 50 Huntap Korban Bencana Tapteng Ditargetkan Rampung Sebelum Lebaran

Data yang tidak akurat menyebabkan kesenjangan ada daerah cepat menerima, ada yang belum. Provinsi bertugas mendampingi, dan Tapteng termasuk daerah yang paling sering didampingi.

Tak Cuma Jumlah Jiwa, Tapi Detail Kerusakan

Salah satu poin paling penting yang ditekankan Bobby adalah klasifikasi kerusakan hunian. Menurutnya, data korban tidak cukup hanya berapa jiwa, tapi harus memerinci:

· Rusak ringan → tidak perlu pindah
· Rusak sedang & berat → prioritas bantuan hunian
· Kehilangan mebeler (perabot rumah tangga) → dicatat detail

“Kalau ada yang bilang layak bantuan, klasifikasinya kembali ke pemerintah setempat. Tergantung kepala desa, camat, bupati,” ujarnya.

Alarm Harian untuk Aparat Desa: “Melototi Data Setiap Bangun Tidur & Sebelum Tidur”

Pernyataan Bobby yang langsung viral adalah pesan kerasnya kepada jajaran pemerintah daerah: jadikan data sebagai menu harian.

“Sering-sering melototi (memeriksa) data masyarakat. Kalau bisa saat bangun tidur atau sebelum tidur. Cek berapa yang belum dapat bantuan. Itu jadi alarm pagi dan alarm malam,” pungkasnya.

Kunjungan Lanjutan & Komitmen Berkelanjutan

Usai di Badiri, Gubernur Bobby langsung meluncur ke Kecamatan Tukka, Tapteng, memastikan pendampingan provinsi tidak berhenti di tengah jalan.

Dengan gaya kepemimpinan yang turun langsung dan menekan birokrasi untuk bekerja berbasis data, Bobby Nasution menunjukkan bahwa bantuan tepat sasaran dimulai dari validitas data yang dipantau setiap hari.

Bantuan sudah ada, anggaran siap. Yang kurang adalah data akurat dari bawah. Jika Anda merasa belum menerima hak Anda, pastikan data Anda sudah masuk dan diverifikasi oleh kepala desa dan camat. Gubernur sudah memberi instruksi tegas. Sekarang giliran birokrasi lokal bergerak.

Pantau terus perkembangan bantuan pascabencana hanya di kanal resmi Pemprov Sumut dan jangan lupa bagikan info ini agar sesama warga Tapteng tahu hak mereka! (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com