Mengerikan! Polisi Ungkap Motif di Balik Pengiriman Mayat Bayi via Ojol di Medan – Ini Fakta Lengkapnya!

205

MEDAN – Heboh! Kasus pengiriman paket berisi mayat bayi melalui jasa ojek online (Ojol) di Medan akhirnya terungkap. Polisi berhasil menangkap dua pelaku yang ternyata memiliki hubungan saudara—abang dan adik. Bagaimana cerita lengkapnya? Simak fakta mengejutkan berikut ini!

Bayi Dikirim Sebagai Paket, Pelaku Ternyata Keluarga Sendiri
Tim gabungan Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Timur berhasil mengamankan NH (21) dan R (24), dua tersangka yang diduga kuat terlibat dalam pengiriman mayat bayi lewat Ojol.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengungkapkan bahwa keduanya adalah saudara kandung.

“Mereka memesan Ojol sebagai pengirim dan penerima paket berisi mayat bayi laki-laki,” tegasnya dalam konferensi pers di Masjid Jamik, Jl. Ampera III, Medan Timur, Jumat (9/5/2025).

Ibu Bayi Melahirkan Sendiri, Bayi Meninggal karena Sakit?
NH, yang merupakan ibu kandung bayi tersebut, mengaku melahirkan secara mandiri di rumahnya di Belawan pada Sabtu (3/5/2025).

Bayinya kemudian jatuh sakit dan sempat dibawa ke rumah sakit, namun dibawa pulang karena keterbatasan biaya.

“Bayi itu akhirnya meninggal pada Rabu (7/5/2025). Mayatnya kemudian dibawa ke Brayan sebelum dikirim via Ojol ke Masjid Jamik,” jelas Kapolrestabes.

Modus Paket Misterius, Nama Palsu di Aplikasi Ojol
Pelaku menggunakan nama samaran “Putri dan Rudi” saat memesan Ojol. Namun, marbot masjid dan warga sekitar curiga karena tak mengenali nama tersebut.

“Setelah dicek, ternyata pengirimnya adalah NH dan R,” ujar polisi.

Menunggu Hasil Otopsi: Apakah Ada Unsur Kekerasan atau Penelantaran?
Penyidik masih menunggu hasil autopsi forensik dari RS Bhayangkara untuk menentukan penyebab kematian bayi. Jika terbukti ada unsur penelantaran atau kekerasan, pelaku bisa dijerat Pasal 80 UU Perlindungan Anak dengan hukuman berat.

“Kami masih menunggu hasil scientific investigation untuk menentukan konstruksi hukum yang tepat,” tegas Gidion.

Bagaimana Nasib Kedua Pelaku?
Saat ini, NH dan R masih menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga mendalami apakah ada pihak lain yang terlibat. (FD)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com