Apel Akbar Sabuk Kamtibmas & Simulasi Sispamkota: Wali Kota Medan Rico Waas: “Polri Siap Jamin Rasa Aman Warga”

76

MEDAN – Warga Kota Medan tak perlu lagi merasa waswas saat beraktivitas malam hari atau melintasi sudut-sudut kota yang sepi. Sebuah harapan besar akan rasa aman kini terlihat nyata.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memberikan apresiasi luar biasa kepada jajaran Polda Sumatera Utara usai menghadiri Apel Akbar dan Deklarasi Sabuk Kamtibmas yang digelar di Mapolda Sumut, Jumat (24/4/2026).

Tak sekadar seremoni, acara ini langsung diikuti Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digagas Polrestabes Medan.

“Ini adalah bagian yang saling mengikat antara semua unsur. Semangat kita satu: menjaga daerah ini tetap kondusif,” ujar Rico Waas penuh optimisme di hadapan awak media.

Sabuk Kamtibmas: Bukan Sekadar Nama

Apel Akbar dipimpin langsung Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H. Turut hadir pejabat utama Polda, para kapolres se-Sumut, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, Dandim 0201/Medan, Kajari Medan, serta tokoh masyarakat.

Baca Juga : 335 Personel Polisi Diterjunkan Antisipasi 3C, Tawuran hingga Bubaran Konser Dewa 19 di Medan

Kapolda menegaskan, istilah “Sabuk” adalah simbol kekuatan yang menyatukan aparat dan masyarakat menjadi satu kesatuan kokoh. Tanpa sinergi, stabilitas hanya mimpi. Dua instruksi tegas beliau Tindak tegas begal jalanan – tanpa ampun dan
Narkoba adalah musuh bersama – beri sanksi berat.

Tak hanya itu, Kapolda juga memerintahkan jajarannya memberantas hoax dan provokasi yang bisa memecah belah masyarakat.

Simulasi Sispamkota: Enam Skenario Nyaris Nyata

Yang paling menyita perhatian Rico Waas adalah simulasi lapangan yang diperagakan personel Polrestabes Medan. Dari skenario ringan hingga krisis darurat, semua diperlihatkan secara detail.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan, enam tahap krusial dilatihkan:

1. Mobilisasi personel – cepat dan terukur.
2. Pengendalian massa (Dalmas) – dari situasi hijau, kuning, hingga merah (huru-hara).
3. Penanganan kriminalitas – pencegahan penjarahan & pengamanan markas komando.
4. Terorisme & penjinakan bom – simulasi penyanderaan plus aksi tim Jibom (Penjinak Bom).
5. Kriminalitas jalanan – begal dan pencurian ditangani dalam hitungan menit.
6. Ancaman kekerasan skala besar – prosedur standar yang mengagumkan.

Rico Waas mengaku terpukau. Ia merasa yakin, benar-benar yakin, bahwa Kota Medan dapat dijaga kondusivitasnya. Melihat keseriusan latihan ini, Polri siap menjamin rasa aman dan nyaman bagi warga.

Tiga Langkah Strategis Polrestabes Medan

Jean Calvijn memaparkan strategi besar yang sudah dan akan dilakukan:
· Deklarasi Sabuk dan Kentongan – penguatan keamanan berbasis komunitas di pemukiman.
· Tactical Floor Game (23 April) – pematangan strategi di peta miniatur, digelar di Mako Brimob.
· Implementasi lapangan minggu depan – penyekatan, penutupan, dan pengalihan arus di titik-titik strategis, dijadwalkan Sabtu-Minggu agar tak ganggu aktivitas warga.

Rico Waas menegaskan bahwa Pemko Medan akan terus mendukung langkah preventif dan represif kepolisian. Baginya, keamanan adalah fondasi utama agar aktivitas ekonomi dan sosial di ibu kota Sumatera Utara berjalan tanpa rasa takut.

Dengan simulasi matang, koordinasi solid, dan dukungan masyarakat, angka kriminalitas seperti begal, curanmor, dan kekerasan jalanan diprediksi akan turun drastis dalam waktu dekat.

Kota Medan sedang bersiap menyambung sabuk pengamanan terkuatnya. Dan warga tak perlu lagi tidur dengan satu mata terbuka. (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com