Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wpcode-premium domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/kita3739/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain publisher dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/kita3739/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Locadia Siap Guncang Grup Neraka
Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! Komentar kondisional IE diabaikan oleh semua browser yang didukung. in /home/kita3739/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! Komentar kondisional IE diabaikan oleh semua browser yang didukung. in /home/kita3739/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Jurgen Locadia, Sempat Bela Timnas Belanda Junior Kini Jadi Senjata Mematikan Curaçao di Piala Dunia 2026

648

MEDAN – Jurgen Locadia bakal menjadi salah satu sosok yang paling menarik perhatian saat Curaçao menjalani debut bersejarah di Piala Dunia 2026.

Penyerang berusia 32 tahun yang lahir di Emmen, Belanda, itu kini dipercaya menjadi ujung tombak utama tim asuhan Dick Advocaat di Grup E yang dihuni Jerman, Ekuador, dan Pantai Gading.

Bagi Locadia, tampil di Piala Dunia merupakan perjalanan panjang yang nyaris tidak pernah terwujud.

Saat masih memperkuat PSV Eindhoven, ia sempat digadang-gadang masuk skuad Belanda menuju Piala Dunia 2014.

Namun kesempatan itu tak pernah datang akibat persaingan ketat dan sejumlah masalah cedera. Kini, melalui negara asal ibunya, Curaçao, impian tersebut akhirnya menjadi kenyataan.

Penyerang yang saat ini bermain untuk Miami FC di Amerika Serikat itu menjadi salah satu pemain paling berpengalaman dalam skuad Curaçao.

Selain pernah membela tim nasional Belanda kelompok usia U-19 dan U-21, Locadia juga memiliki pengalaman bermain di kompetisi elite Eropa bersama PSV Eindhoven, Brighton & Hove Albion, VfL Bochum, hingga FC Cincinnati.

Baca Juga: Logan Costa, Tembok Villarreal yang Jadi Harapan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026

Pelatih Dick Advocaat diperkirakan akan menjadikan Locadia sebagai titik sentral serangan Curaçao. Dengan tinggi badan 1,93 meter, kemampuan duel udara yang kuat, serta naluri mencetak gol yang terasah sejak bermain di Eredivisie Belanda, Locadia diharapkan mampu menjadi pembeda saat menghadapi lawan-lawan yang secara kualitas berada di atas Curaçao.

Tantangan pertama yang menanti Locadia adalah Jerman, salah satu unggulan Grup E. Setelah itu Curaçao juga harus menghadapi Pantai Gading yang berstatus juara Afrika serta Ekuador yang tampil impresif sepanjang kualifikasi zona Amerika Selatan.

Banyak pengamat menilai Grup E menjadi salah satu grup paling berat bagi debutan Karibia tersebut.

Meski demikian, Curaçao tidak datang ke Piala Dunia hanya sebagai pelengkap. Tim berjuluk La Familia Azul tersebut lolos setelah tampil impresif di zona CONCACAF dan kini diperkuat banyak pemain diaspora yang pernah menimba ilmu di akademi-akademi Belanda.

Keberhasilan itu bahkan disebut sebagai salah satu kisah terbesar dalam sejarah sepak bola Karibia.

Secara permainan, Curaçao mengandalkan organisasi tim yang disiplin, pertahanan rapat, dan serangan balik cepat.

Baca Juga: Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Hattrick Absen Jadi Sejarah Memalukan

Dalam skema itu, Locadia memiliki peran penting sebagai target man sekaligus penyelesai akhir.

Pengalamannya menghadapi bek-bek Eropa diharapkan mampu membantu Curaçao bersaing melawan tim yang lebih mapan.

Peluang Curaçao untuk lolos ke fase gugur memang tidak besar. Jerman dan Ekuador lebih difavoritkan untuk merebut dua posisi teratas grup.

Namun dengan format baru Piala Dunia yang memberi peluang bagi tim peringkat ketiga terbaik untuk melaju ke babak berikutnya, Curaçao masih memiliki kesempatan menciptakan kejutan.

Jika Locadia mampu menunjukkan ketajamannya, bukan tidak mungkin Curaçao menjadi salah satu cerita terbesar di Piala Dunia 2026.

Setidaknya, mantan striker Belanda U-21 itu kini memiliki kesempatan yang tak pernah ia dapatkan bersama Oranje: tampil dan mencetak sejarah di panggung sepak bola terbesar dunia. (RS)