Logan Costa, Tembok Villarreal yang Jadi Harapan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026

388

MEDAN – Saat Tanjung Verde menjalani debut bersejarah di Piala Dunia 2026, satu nama diprediksi menjadi sorotan utama di lini belakang, yakni Logan Costa.

Bek milik Villarreal itu akan memikul tanggung jawab besar menjaga pertahanan wakil Afrika tersebut saat menghadapi lawan-lawan berat di Grup H.

Tanjung Verde yang dilatih Pedro Leitão Brito atau Bubista tergabung bersama Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi pada fase grup.

Bagi negara kepulauan berpenduduk sekitar 600 ribu jiwa itu, keikutsertaan di Piala Dunia 2026 merupakan penampilan pertama sepanjang sejarah mereka.

Di tengah status sebagai debutan, Bubista tetap memiliki alasan untuk optimistis. Salah satunya adalah keberadaan Logan Costa yang saat ini menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi dalam skuad Tanjung Verde dan berpengalaman bermain di kompetisi elite Eropa.

Baca Juga: Gaji Dikorbankan Demi Mimpi Besar, Joachim Low Selangkah Lagi Latih Ghana di Piala Dunia 2026

Costa diproyeksikan menjadi jenderal pertahanan bersama Steven Moreira Roberto “Pico” Lopes pemain yang merumput bersama Shamrock Rovers dan Joao Paulo.

Keempat pemain tersebut akan menjadi benteng utama menghadapi gempuran lini serang Spanyol yang diperkuat pemain-pemain kelas dunia, Uruguay yang terkenal agresif, serta Arab Saudi yang kerap menyulitkan lawan melalui permainan cepat.

Peran Costa diperkirakan sangat krusial karena kekuatan utama Tanjung Verde justru berada pada organisasi pertahanan.

Bubista selama babak kualifikasi membangun tim yang disiplin, kompak, dan sulit ditembus. Strategi itu terbukti efektif setelah mereka mampu menjuarai grup kualifikasi Afrika dan finis di atas Kamerun untuk mengamankan tiket ke putaran final.

Secara permainan, Tanjung Verde tidak mengandalkan dominasi penguasaan bola. Mereka lebih nyaman menunggu lawan, memperkuat blok pertahanan, lalu melancarkan serangan balik cepat.

Dalam skema tersebut, Costa menjadi pemain penting karena memiliki kemampuan membaca permainan, duel udara yang kuat, serta ketenangan saat mengalirkan bola dari belakang.

Tantangan terbesar Costa kemungkinan datang saat menghadapi Spanyol dan Uruguay. Kedua negara tersebut lebih difavoritkan untuk lolos dari Grup H.

Namun banyak pengamat menilai Tanjung Verde memiliki potensi menjadi kuda hitam karena dihuni pemain diaspora yang berkarier di berbagai liga Eropa.

Peluang lolos ke fase gugur memang tidak mudah. Namun dengan format baru Piala Dunia yang memberi kesempatan kepada tim peringkat ketiga terbaik untuk melaju ke babak 32 besar, Tanjung Verde masih memiliki harapan. Pertandingan melawan Arab Saudi diprediksi menjadi laga penentu nasib mereka di grup.

Baca Juga: Italia Resmi Depak Gattuso Usai Gagal Total ke Piala Dunia 2026 – Krisis Azzurri Berlanjut

Jika Logan Costa mampu memimpin lini belakang dengan solid dan menjaga pertahanan tetap disiplin, Tanjung Verde berpeluang menciptakan kejutan pada penampilan perdananya.

Setidaknya, mereka datang ke Piala Dunia 2026 bukan sekadar sebagai pelengkap, melainkan tim yang siap memberi perlawanan kepada para unggulan Grup H. (RS)

 

 

 

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com