Air PDAM Mulai Normal, Camat Medan Polonia Tetap Siaga Penuh: “Kami Tunggu Laporan Warga!”

10

MEDAN – Kabar baik mulai menyapa warga Kecamatan Medan Polonia. Aliran air dari PDAM Tirtanadi perlahan kembali normal setelah sempat terganggu akibat kerusakan mesin penyalur.

Namun, jajaran pemerintah kecamatan tidak serta-merta lengah. Justru sebaliknya: mereka tetap siaga penuh untuk memastikan tak ada satu pun warga yang kehausan.

“Kami masih terus standby. Jika ada wilayah yang aliran PDAM-nya kembali mati, kami langsung koordinasi dengan PDAM dan Damkarmat untuk kirim bantuan air bersih,” tegas Camat Medan Polonia, Noor Alfi Pane, di ruang kerjanya, Kamis (11/6/2026).

Siaga ini bukan tanpa alasan. Sehari sebelumnya, Rabu (10/6/2026), belasan rumah di dua kelurahan mengalami krisis air bersih.

Puncaknya terjadi di Kelurahan Sukadamai, di mana pasokan air sempat terputus total. Sementara di Kelurahan Sari Rejo, situasi lebih terkendali karena banyak warga memiliki sumur bor dan saling berbagi.

Baca Juga : Pipa Induk 1.000 mm PDAM Tirtanadi Pecah, 7 Kecamatan di Medan-Deli Serdang Kering Kerontang

Kejadian itu langsung memicu respons kilat dari Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Beliau menginstruksikan jajaran kewilayahan untuk bergerak cepat membantu warga.

Camat Noor Alfi Pane pun langsung mengaktifkan jalur koordinasi darurat dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Medan.

Hasilnya, satu unit mobil armada Damkarmat dikerahkan ke Sukadamai pada malam harinya. Sebanyak 33 Kepala Keluarga (KK) langsung mendapat suplai air bersih gratis. “Mereka sangat terbantu. Ini bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat,” ujar Noor Alfi.

Yang menarik, Kecamatan Medan Polonia tidak berhenti pada bantuan sekali jalan. Mereka menerapkan sistem laporan berjenjang dari Kepala Lingkungan dan Lurah.

Setiap keluhan warga akan langsung diverifikasi dan ditindaklanjuti. “Kami tidak menunggu krisis membesar. Begitu ada laporan, kami gerak,” tambahnya.

Strategi ini layak dicontoh wilayah lain. Karena krisis air bersih sering datang tiba-tiba, terutama di daerah padat penduduk. Dengan sistem siaga seperti ini, respon terhadap darurat air bisa dipangkas dari hitungan hari menjadi hitungan jam.

Warga penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih yang tulus. “Kami kaget, cepat sekali tanggapannya. Air langsung datang ke depan rumah,” ujar salah satu warga Sukadamai.

Camat Noor Alfi Pane juga mengimbau warga yang masih membutuhkan pasokan air bersih untuk segera melapor ke lurah atau kepala lingkungan masing-masing.

“Jangan ragu. Kami siap membantu selama masih ada kebutuhan. Intinya, PDAM mungkin sudah normal, tapi kewaspadaan kami tidak boleh normal-normal saja. ”

Kisah dari Medan Polonia ini bukan sekadar tentang air bersih. Ini tentang bagaimana pemerintah lokal bisa tetap on fire meski masalah tampak mereda.

Dengan koordinasi lintas instansi (PDAM, Damkarmat, kelurahan), plus instruksi tegas dari wali kota, warga tidak perlu panik menghadapi gangguan air.

Bagi Anda yang tinggal di Medan Polonia atau sekitarnya, jangan lupa simpan nomor kontak lurah dan camat. Atau share artikel ini ke tetangga yang mungkin masih butuh akses air bersih. Karena krisis air bisa terjadi kapan saja, namun kesiapan adalah kunci utama. (Rel)