Setahun Kepemimpinan Rico-Zaki: Mewujudkan “Medan Untuk Semua” dengan Solusi Nyata dan Sinergitas Kuat
MEDAN – Memasuki tahun pertama kepemimpinan Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dan Wakil Walikota, H. Zakiyuddin Harahap, publik mulai merasakan denyut perubahan yang signifikan.
Pasangan yang dikenal dengan jargon “Medan Untuk Semua” ini tidak hanya membawa angin segar, tetapi juga solusi konkret atas berbagai persoalan klasik yang selama ini membelenggu ibu kota Provinsi Sumatera Utara tersebut.
Sebagai kota metropolitan terbesar ketiga di Indonesia, Medan memiliki kompleksitas masalah yang unik—mulai dari banjir, kemacetan, hingga persoalan sosial kemasyarakatan.
Namun, di bawah komando Rico-Zaki, roda pembangunan mulai berputar dengan arah yang lebih jelas dan terukur.
Apresiasi dari Pemerhati Sosial: Sinergitas yang Membumi
Salah satu pemerhati sosial dan masyarakat Kota Medan, Idrus Djunaidi, SH, memberikan pandangannya terkait kinerja duet pemimpin beda latar belakang ini. Menurutnya, kekuatan utama Rico-Zaki terletak pada sinergitas tanpa celah yang mereka perlihatkan di hadapan publik.
“Banyak pihak sempat meragukan, bahkan menghembuskan isu perpecahan di antara mereka. Tapi faktanya, baik Rico Waas maupun Zakiyuddin Harahap berhasil membungkam keraguan itu dengan brilian. Mereka justru semakin kompak dan solid dalam setiap langkah pembangunan,” ujar Idrus kepada media, Kamis (19/2/2026).
Baca Juga : Rico Waas – Zakiyuddin Solid Pimpin Medan
Idrus menambahkan, kedewasaan dalam berpolitik dan memimpin menjadi modal berharga pasangan ini. “Mereka tidak terjebak pada ego sektoral. Meski memiliki latar belakang yang berbeda, yang terlihat justru kolaborasi yang apik. Ini bukti bahwa kepemimpinan kolaboratif bisa berjalan di Medan,” tegasnya.
Keputusan Berbasis Kajian: Tidak Sekadar Cepat, Tapi Tepat
Salah satu kritik yang sempat mengemuka di awal kepemimpinan adalah anggapan lambatnya pengambilan keputusan oleh Walikota Rico Waas. Namun, Idrus melihat hal ini justru sebagai sisi positif yang patut diacungi jempol.
“Jika dibilang lambat, saya kira itu persepsi yang kurang tepat. Yang dilakukan Pak Wali Kota adalah keputusan yang terukur. Setiap kebijakan yang dikeluarkan selalu melalui kajian ilmiah, riset mendalam, dan melibatkan tim ahli yang berkompeten. Ini langkah maju dari sekadar cepat tapi menimbulkan masalah baru di kemudian hari,” jelasnya.
Dengan pendekatan ini, setiap solusi yang ditawarkan dijamin tidak akan memicu polemik baru. Semua program dan kebijakan dirancang untuk berkelanjutan, sehingga manfaatnya benar-benar bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya sebagai proyek jangka pendek.
“Medan Untuk Semua”: Lebih dari Sekadar Jargon
Jargon “Medan Untuk Semua” yang terus digaungkan Rico Waas, menurut Idrus, bukan sekadar tagline pencitraan. Ia menilai filosofi tersebut sudah mulai terasa implementasinya.
“Jargon ini sangat tepat. Artinya, setiap kegiatan pembangunan yang dilaksanakan harus inklusif, melibatkan semua elemen, dan hasilnya harus dirasakan oleh semua warga Medan tanpa terkecuali. Ini adalah fondasi yang kuat untuk membangun kota yang humanis dan berkeadilan,” tutupnya.
Dengan berbagai capaian dan pendekatan inovatif yang ditunjukkan di tahun pertama ini, publik tentu berharap momentum positif ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan.
Rico-Zaki dinilai berhasil membuktikan bahwa dengan sinergi dan kajian yang matang, Medan bisa bergerak maju menuju masa depan yang lebih cerah, inklusif, dan berkelanjutan. Kini, mata warga Medan tertuju pada langkah berikutnya: bagaimana mewujudkan janji-janji besar itu menjadi kenyataan sehari-hari di lapangan. (FD)