Jadi Pelopor Smart City, Ini Kunci Sukses Rico Waas Memimpin Medan Lewat Lompatan Digital
MEDAN – Kota Medan resmi menyabet predikat Excellent City in Digital Public Service Transformation di ajang National Governance Award 2026, Jumat (24/4/2016).
Penghargaan ini langsung diterima Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, sebagai bukti nyata bahwa ibukota Sumatra Utara tak hanya besar secara wilayah, tapi juga garang dalam inovasi digital.
Apa kunci sukses Rico Waas? Menurut akademisi UISU sekaligus Direktur Lembaga Pengkajian Permukiman dan Pengembangan Kota, Rafriandi Nasution, SE, MT, jawabannya sederhana: konsisten menjadi pelopor Smart City.
“Transformasi layanan digital di bawah Rico Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap sudah terbukti. Ini bukan sekadar penghargaan, tapi pemicu evaluasi dan perluasan cakupan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Namun, Rafriandi mengingatkan agar jangan cepat berpuas diri. Ada PR besar yang harus segera digarap:
1. Jangkau warga non-melek digital – Pelayanan harus tetap ramah bagi mereka yang belum terbiasa dengan gawai.
2. Digitalisasi hingga kelurahan – Pos Digital Kelurahan dan aplikasi terintegrasi wajib disosialisasikan massif di 21 kecamatan.
3. Jangan sampai ASN semangat, masyarakat lemah – Contoh gagal: pendaftaran mudik gratis yang banyak tak terlayani karena sosialisasi kurang.
4. Infrastruktur dan SDM mumpuni – Wi-Fi publik harus kencang, perbanyak tenaga ahli digital, serta siapkan dana insentif untuk petugas layanan digital tingkat kelurahan.
5. Perkuat regulasi – Perda yang mendukung pelayanan digital dan perhatian pada kesejahteraan team leader digital menjadi tulang punggung keberlanjutan.
Rafriandi juga menyoroti potensi besar: jika semua lapisan siap, Wali Kota bisa memonitor kinerja ASN secara real-time, menuntaskan masalah warga dengan cepat, bahkan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Medan harus menjadi smart city yang memperluas layanan publik, pasar, konektivitas, lingkungan, dan ekonomi perkotaan,” tegasnya.
Rico Waas sendiri menyebut penghargaan ini bukan titik akhir. “Digitalisasi bukan cuma soal teknologi, tapi memberi kemudahan bagi setiap warga Medan,” ujarnya didampingi Kepala Dinas Kominfo, Arrahmaan Pane.
Pesan keras dari Rafriandi: sebelum buat kebijakan baru, lakukan analisis SWOT. Jangan sampai sistem canggih, tapi warga kebingungan. Sudah siapkah Medan menjadi Smart City sejati? Saatnya gerak cepat dan merata! (Rel)