Ketua Pansus LKPJ Godfried Effendy Lubis: Kinerja Wali Kota Medan Rico Waas Gagal dan Memalukan!
MEDAN – Badai kritik menghantam Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Medan Tahun Anggaran 2025, Drs. Godfried Effendy Lubis, dengan tegas menyebut kinerja Rico Waas “sangat mengecewakan, gagal, dan memalukan.”
Pernyataan keras itu dilontarkan Godfried usai rapat paripurna penyampaian LKPJ di Gedung DPRD Medan, kemarin.
Menurut politisi PSI ini, sejak menjabat pada Februari 2025, Rico Waas tak mampu meneruskan visi-misi pembangunan Medan. Satu masalah paling krusial yang disorot: banjir.
“Kinerjanya tidak ada upaya pengendalian banjir di Kota Medan. Kita tidak butuh wali kota seperti itu!” – tegas Godfried dengan nada kesal.
Dalam laporan hasil pembahasan Pansus yang disampaikan kepada pimpinan DPRD Medan, Godfried memaparkan sejumlah kegagalan sistemik.
Penanganan banjir disebut tidak diseriusi. Tidak ada langkah konkret baik dari segi infrastruktur, koordinasi lintas OPD, maupun alokasi anggaran darurat.
Akibatnya, setiap musim hujan, sejumlah titik di Medan kembali berubah menjadi “lautan dadakan,” merugikan warga dan aktivitas ekonomi.
Baca Juga : Pemkab Simalungun Sampaikan Nota Pengantar LKPJ 2025
Lebih jauh, Pansus juga menyoroti lemahnya evaluasi terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemerintah Kota Medan. Rekomendasi yang seharusnya menjadi pijakan perbaikan justru dinilai tidak dijalankan dengan serius.
Godfried menekankan, laporan yang disampaikan Pansus ini bukan sekadar kritik kosong. Ia ingin dokumen tersebut menjadi rekomendasi resmi DPRD Kota Medan untuk Pemko Medan dengan tiga target utama:
1. Meningkatkan koordinasi antar OPD agar tak ada lagi tumpang tindih program atau saling lempar tanggung jawab saat banjir datang.
2. Menjadi pedoman skala prioritas belanja pemerintah – artinya, anggaran harus fokus pada solusi riil, bukan proyek seremonial.
3. Menciptakan sistem pemerintahan yang transparan dan akuntabel sehingga publik bisa mengawasi setiap rupiah yang dibelanjakan.
Publik Medan kini menunggu respons Rico Waas. Apakah akan ada perombakan strategi penanganan banjir? Atau akankah kritik pansus sekadar jadi gugatan tanpa tindak lanjut?
Satu hal pasti DPRD memberikan sinyal tegas. Jika kinerja tak membaik dalam waktu dekat, bukan hanya rapor merah yang akan diterima Wali Kota Medan, tapi juga potensi langkah lebih lanjut dari legislatif. Pantau terus perkembangan selanjutnya hanya di sini.
Kesimpulan
Warga Medan berhak atas pemimpin yang bekerja, bukan sekadar berjanji. Banjir bukan masalah musiman, tapi ujian serius kepemimpinan. Saatnya Rico Waas buktikan diri – atau siap-siap menghadapi gelombang kritis yang lebih besar. (FD)