Bobby Nasution & TNI AD Gerak Cepat! Karya Bakti Skala Besar Percepat Infrastruktur di Kepulauan Nias

83

GUNUNGSITOLI – Kabar besar datang dari ujung barat Sumatra. Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap program Karya Bakti Skala Besar yang digelar TNI Angkatan Darat di Kepulauan Nias.

Langkah ini bukan sekadar seremonial, tapi sinyal kuat: infrastruktur Nias akan dikebut!

Dalam upacara pembukaan yang berlangsung khidmat di Lapangan Pelita, Gunungsitoli, Rabu (6/5/2026), Bobby memukul gong sebagai tanda dimulainya program. Di hadapan ribuan personel TNI dan masyarakat, ia menyampaikan harapan besar:

“Harapannya, Kepulauan Nias segera keluar dari kategori daerah tertinggal. Kita tahu Nias masih menyandang status itu. Karya Bakti ini harus mempercepat pembangunan fisik dan infrastruktur lainnya. Kesejahteraan masyarakat adalah target akhir kita.”

Kalimat itu langsung disambut tepuk tangan riuh. Pasalnya, selama bertahun-tahun, Nias memang menghadapi tantangan geografis ekstrem. Jembatan rusak, akses air bersih terbatas, dan jalan lintas pulau yang belum memadai membuat potensi besar daerah ini seperti terpendam.

Baca Juga : Bupati Simalungun Tegaskan Sinergi TNI–Pemda Saat Kunjungan Kerja Danpuspomad

Karya Bakti Skala Besar TNI AD ini bukan kegiatan biasa. Ini adalah amanah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah terluar dan tertinggal. Di Kepulauan Nias, fokus utamanya meliputi:

· Pembangunan jembatan yang menghubungkan desa-desa terisolasi.
· Pembuatan sumur bor untuk menyediakan air bersih, terutama di musim kemarau.
· Pembangunan fisik lainnya seperti pos kesehatan desa dan perbaikan jalan produksi.

Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, menegaskan bahwa program ini mendapat angin segar dari Pemerintah Provinsi Sumut. Menurutnya, kolaborasi antara TNI dan Pemprov sangat krusial.

“Kami didukung penuh oleh Bapak Gubernur Sumut. Beberapa titik sasaran fisik juga mendapat support dari Pemprov dan seluruh kabupaten/kota di Kepulauan Nias. Ini bukti sinergi yang luar biasa,” ujar Hendy.

Kepulauan Nias selama ini dikenal sebagai surga ombak dunia, tapi sayang, infrastruktur belum sebanding dengan potensi wisata dan sumber daya alamnya. Dengan hadirnya program ini, diharapkan:

1. Akses logistik menjadi lebih murah dan cepat.
2. Mobilitas warga untuk berobat, sekolah, dan berdagang meningkat.
3. Investasi masuk karena jalan dan jembatan sudah layak.

Bobby Nasution, yang dikenal dengan gaya kepemimpinan konkret, tak hanya memberi dukungan moral. Pemprov Sumut telah mengalokasikan anggaran pendamping untuk memastikan keberlanjutan program.

Bahkan, target ambisius pun dilontarkan: Nias lepas dari status daerah tertinggal dalam waktu dekat.

Para tokoh masyarakat Nias menyambut antusias. “Kami sudah lama menunggu gerakan seperti ini. TNI turun langsung dibantu pak gubernur. Rasanya seperti mimpi,” ujar salah satu tetua adat di Gunungsitoli.

Program Karya Bakti Skala Besar ini dijadwalkan berlangsung beberapa bulan ke depan, dengan evaluasi berkala. Jika sukses, model ini akan direplikasi di daerah tertinggal lain di Sumut.

Kolaborasi sipil-militer yang dipimpin Bobby Nasution dan TNI AD membuka babak baru pembangunan Nias.

Bukan sekadar seremonial, tapi aksi nyata percepatan infrastruktur. Yang menarik: masyarakat bisa ikut mengawasi dan melaporkan titik-titik yang paling membutuhkan melalui kanal resmi Koramil setempat.

Pantau terus perkembangan Karya Bakti Skala Besar di Kepulauan Nias. Apakah status daerah tertinggal akan segera lenyap? Kita tunggu buktinya! (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com