Bisnis “Dingin” Ini Cetak Duit Besar, Tapi Banyak Tak Berani Masuk

326

MEDAN – Bisnis Cold Storage atau gudang pendingin menjadj salah satu sektor usaha yang bisa menghasilkan keuntungan besar. Sebab, tingginya kebutuhan industri makanan, minuman, pertanian, pertenakan hingga perikanan.

Namun di balik potensi cuan besar tersebut, bisnis cold storage justru masih sepi peminat karena membutuhkan modal investasi yang tidak kecil.

Pengamat ekonomi Sumatera Utara, M Asyari Sahab, menilai kebutuhan gudang pendingin terus meningkat seiring berkembangnya industri pangan dan distribusi hasil laut di Indonesia.

Cold storage ini sebenarnya bisnis yang sangat menjanjikan karena dibutuhkan banyak sektor, terutama industri makanan dan perikanan. Tapi memang tantangannya modal awalnya besar sehingga tidak semua orang berani masuk,” ujar Asyari Sahab, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, bisnis cold storage memiliki peran penting dalam menjaga kualitas produk agar tetap segar sebelum dipasarkan ke konsumen maupun diekspor.

Industri perikanan disebut menjadi salah satu sektor yang paling membutuhkan fasilitas penyimpanan berpendingin, terutama di daerah pesisir dan sentra produksi hasil laut.

Baca Juga: Sumut Jadi Pelopor! Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis SDGs Pertama di Indonesia, Targetkan 500 UMKM Terdaftar 2026

Selain itu, industri makanan beku, restoran, hotel, hingga perusahaan logistik kini juga semakin bergantung pada sistem penyimpanan dingin untuk menjaga kualitas produk.

Asyari menjelaskan biaya pembangunan cold storage cukup tinggi karena membutuhkan teknologi pendingin, pasokan listrik besar, hingga sistem operasional yang stabil selama 24 jam.

Tidak hanya itu, pelaku usaha juga harus menyiapkan biaya perawatan mesin dan cadangan energi untuk mengantisipasi gangguan listrik yang dapat merusak produk di dalam gudang.

Meski demikian, ia menilai peluang bisnis tersebut masih sangat terbuka karena jumlah gudang pendingin di sejumlah daerah masih terbatas dibanding kebutuhan pasar.

“Permintaan terus naik, terutama sektor makanan beku dan ekspor hasil laut. Ini sebenarnya peluang besar bagi investor yang punya modal dan kesiapan operasional,” katanya.

Menurutnya, daerah seperti Sumatera Utara memiliki potensi besar dalam pengembangan bisnis cold storage karena didukung sektor perikanan, pertanian, serta distribusi pangan yang terus tumbuh.

Selain menghasilkan keuntungan, keberadaan cold storage juga dinilai membantu menekan kerugian akibat pembusukan produk dan menjaga stabilitas pasokan pangan.

Asyari berharap semakin banyak investor maupun pelaku usaha yang mulai melirik bisnis gudang pendingin sebagai sektor strategis jangka panjang di tengah pertumbuhan industri makanan dan logistik nasional. (RS)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com