Simalungun Ulurkan Tangan untuk Aceh Utara yang Dilanda Bencana

278

SIMALUNGUN  – Pemerintah Kabupaten Simalungun menunjukkan kepedulian terhadap daerah terdampak bencana dengan memberikan bantuan keuangan sebesar Rp30 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk mendukung proses pemulihan pascabencana.

Komitmen tersebut disampaikan saat kunjungan kerja rombongan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara ke Kantor Bupati Simalungun di Pamatang Raya, Sumatera Utara, Senin (25/5/2026).

Rombongan Pemkab Aceh Utara dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara, Dayan Albar, bersama sejumlah pejabat daerah lainnya, termasuk Kepala BKAD Nazar Hidayat, Kepala Bappeda Adamy, Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Muhammad, Kadis PU Jaffar, serta Kabid Perencanaan Anggaran Daerah Teuku Haviz.

Kedatangan mereka disambut Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora yang mewakili Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih.

Turut hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Simalungun Jefra Hasudungan Manurung dan sejumlah pejabat daerah lainnya.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan kesepakatan bantuan keuangan antardaerah berdasarkan surat Menteri Dalam Negeri Nomor 900/369/SJ tentang pemberian bantuan keuangan bagi pemerintah daerah terdampak bencana.

Dalam kesempatan itu, Pemkab Simalungun menyatakan komitmen memberikan bantuan khusus sebesar Rp30 miliar untuk mendukung pembangunan kembali wilayah Aceh Utara yang terdampak banjir dan longsor.

Baca Juga: Bosar Maligas Kembali Juara MTQ Simalungun

Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara, Dayan Albar, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan Pemkab Simalungun.

“Bantuan ini sangat kami harapkan dan kami butuhkan, terutama untuk membangun kembali fasilitas umum yang rusak serta memperbaiki infrastruktur akibat bencana,” ujar Dayan.

Ia menjelaskan, dari 27 kecamatan di Aceh Utara, sebanyak 25 kecamatan terdampak banjir dan dua kecamatan mengalami longsor parah. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurut Dayan, bantuan dari Pemkab Simalungun nantinya akan difokuskan untuk tiga sektor utama, yakni pembangunan infrastruktur umum, pemulihan sarana pendidikan, dan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak.

“Saat ini masih banyak keluarga yang tinggal di hunian sementara sambil menunggu pembangunan kembali selesai,” katanya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk empati dan semangat persaudaraan antardaerah.

“Kami turut merasakan kesedihan atas musibah yang dialami masyarakat Aceh Utara. Bencana tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga berdampak terhadap ekonomi dan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Mixnon menegaskan bantuan yang diberikan bukan sekadar menjalankan arahan pemerintah pusat, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

Ia juga meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Simalungun segera menyusun mekanisme penyaluran bantuan agar proses pemulihan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Kami ingin seluruh proses bantuan ini memiliki dasar hukum yang jelas dan berjalan secara terbuka,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Simalungun, Jefra Hasudungan Manurung, memastikan pihak legislatif mendukung penuh bantuan tersebut sekaligus melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran.

“Kami melihat langsung besarnya dampak bencana yang dialami Aceh Utara. Karena itu, setiap proses bantuan harus benar-benar sampai dan dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Pertemuan kedua pemerintah daerah berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus memperkuat hubungan kerja sama antardaerah dalam menghadapi tantangan kemanusiaan dan pembangunan di masa mendatang. (RS)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com