Pemprov Sumut Gencarkan Ruang Bersama Indonesia: Benteng Perlindungan Perempuan & Anak dari Kekerasan

11

MEDAN – Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sumatera Utara (Sumut) terus merangkak naik. Sepanjang 2025, tercatat 1.975 korban – meningkat dari 1.822 kasus pada 2024. Yang lebih memprihatinkan, hampir 70% di antaranya adalah anak-anak.

Menghadapi darurat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menggencarkan program Ruang Bersama Indonesia (RBI).

Bukan sekadar wadah, RBI dirancang sebagai benteng perlindungan sekaligus ruang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak. Program ini juga menjadi fondasi ketahanan keluarga dan pembangunan SDM unggul.

Pernyataan tegas disampaikan Penjabat Sekdaprov Sumut, Sulaiman Harahap, saat membuka Sosialisasi dan Penguatan Komitmen Pelaksanaan RBI di Kantor Gubernur Sumut, Medan, baru-baru ini.

“Perempuan dan anak adalah jantung ketahanan keluarga sekaligus fondasi generasi penerus pembangunan di Sumatera Utara. Sumut yang unggul, maju, dan berkelanjutan tak akan tercapai jika mereka masih tertinggal dan menjadi korban kekerasan,” ujar Sulaiman.

Baca Juga : Bobby Nasution Ungkap Fakta Menyedihkan: Masih Ada Kabupaten di Sumut Tanpa Perempuan di DPRD! Saatnya Perempuan Seimbangkan Peran Rumah Tangga & Publik

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) tahun 2025:
· 1.975 korban kekerasan
· 68,8% atau 1.360 jiwa adalah anak-anak
· 905 anak perempuan
· 455 anak laki-laki
· 615 perempuan dewasa

Sulaiman mengingatkan bahwa angka ini hanyalah puncak gunung es. “Laporan ini hanya sebagian kecil dari kekerasan yang sebenarnya terjadi di masyarakat,” tegasnya.

Untuk mengakselerasi RBI, Pemprov Sumut sudah menggerakkan:
1. Penguatan layanan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)
2. Percepatan Kabupaten/Kota Layak Anak
3. Kerja sama lintas sektoral hingga tingkat desa/kelurahan

“Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar target indikator kerja, tapi tentang menyelamatkan peradaban Sumatera Utara,” tegas Sulaiman.

Apresiasi datang dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Asisten Deputi Koordinasi Wilayah II, Roro Endah Sri Rejeki, menyebut RBI sejalan dengan visi Asta Cita Presiden menuju Indonesia Emas 2045.

“Kualitas hidup perempuan harus terus ditingkatkan. Hak-hak mereka dan anak-anak harus dipenuhi agar tumbuh optimal,” ujar Roro.

Ia menyoroti tantangan lain: rendahnya keterwakilan perempuan di parlemen dan perlunya pemberdayaan ekonomi perempuan. Karena itu, RBI tidak hanya fokus pada penanganan kasus, tetapi juga pencegahan melalui:
· Edukasi dan penguatan norma sosial
· Literasi digital
· Pemberdayaan ekonomi perempuan

“Kita ingin membangun ruang bersama yang mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan perlindungan bagi perempuan dan anak.”

Dengan kolaborasi seluruh pihak, Ruang Bersama Indonesia diharapkan menjadi gerbang perubahan bagi masa depan perempuan dan anak Sumut.

Sudah saatnya kita bersatu. Karena melindungi mereka, berarti menyelamatkan peradaban. (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com