Nova Arianto : Pemain Timnas U-19 Dilarang Keras Sentuh Medsos Sepanjang AFF 2026 Demi Fokus Garuda Muda
MEDAN – Sebuah gebrakan disiplin “hukum besi” datang dari pelatih kepala Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto. Di tengag hingar-bingar persiapan Piala AFF U-19 2026, pria yang juga mantan asisten pelatih Timnas senior itu mengeluarkan kebijakan yang langsung menyita perhatian publik: melarang total para pemain Garuda Muda mengakses media sosial sepanjang turnamen berlangsung.
Larangan ini bukan sekadar imbauan, melainkan aturan mengikat yang sudah diberlakukan sejak jauh hari. Nova menegaskan, para pemain tidak diperkenankan bermedia sosial mulai dari masa pemusatan latihan (training camp) di Yogyakarta pada Mei 2026.
“Kalau terkait media sosial, saya sudah sampaikan ke pemain: tidak bisa bermain media sosial semenjak kita dari Jogja,” ujar Nova kepada wartawan, kemarin dengan nada tegas.
Mengapa kebijakan separah ini? Nova menjelaskan bahwa tekanan di turnamen sekelas AFF U-19 sangat tinggi. Media sosial, menurutnya, adalah pedang bermata dua.
Selain bisa menjadi hiburan, ia juga berpotensi besar mengganggu kondisi mental, memecah konsentrasi, hingga menurunkan performa pemain di lapangan.
Apalagi jika pemain membaca komentar negatif netizen atau justru terbuai dengan pujian yang membuat lengah.
“Kalau saya ingin saat TC pemain bisa fokus. Kita tahu medsos bisa mengganggu performa dan konsentrasi pemain. Makanya kita larang update di media sosial,” tegasnya.
Nova bahkan memastikan bahwa kebijakan ini akan berlaku tanpa kecuali hingga seluruh rangkaian Piala AFF U-19 2026 benar-benar berakhir. Tidak ada celah untuk “curi-curi” unggahan story atau tweet selama turnamen.
Saat ini, Timnas Indonesia U-19 tengah berjuang mati-matian di ajang Piala AFF U-19 2026. Bertengger di Grup A yang superkeras, skuad Garuda Muda harus bersaing sengit dengan Myanmar, Timor Leste, dan Vietnam untuk merebut tiket ke babak berikutnya.
Dalam persaingan sekelas turnamen kelompok umur paling bergengsi se-Asia Tenggara, setiap desi konsentrasi sangat berharga.
Langkah Nova Arianto ini bukan tanpa alasan. Banyak pengamat sepak bola menilai bahwa generasi muda sangat rentan terhadap distraksi digital.
Dengan memblokir akses medsos, Nova ingin menciptakan “kandang fokus” bagi para pemainnya. Kebijakan ini sekaligus mengirim sinyal keras: disiplin dan prioritas adalah harga mati untuk membawa pulang gelar juara.
Dukungan pun mengalir dari para pendukung timnas. Mereka berharap, dengan kepala dingin dan hati yang fokus, Garuda Muda bisa tampil trengginas dan menembus final AFF U-19 2026.
Satu hal yang pasti: sementara netizen ramai berkomentar, para pemain Timnas U-19 memilih diam, berlatih, dan hanya berbicara lewat aksi-aksi heroik di lapangan hijau. (FD)