Gubsu Bobby Nasution Buka Pintu untuk Ojol: Aspirasi akan Diteruskan ke DPR RI, UHC Jadi Solusi Kesehatan!
MEDAN – Langit Medan tampak cerah menyambut langkah bersejarah bagi ribuan pengemudi ojek online (ojol) di Sumatera Utara.
Di tengah hiruk-pikuk tuntutan akan kepastian hukum dan kesejahteraan, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, membuka pintu selebar-lebarnya.
Pria yang akrab disapa Bobby Nasution itu menyatakan kesiapan penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk menjadi jembatan aspirasi para pengemudi ojol kepada anggota DPR RI asal daerah ini.
Komitmen tersebut lahir dalam sebuah audiensi yang berlangsung hangat di ruang kerja Gubernur, Kamis (18/6/2026). Duduk satu meja dengan pengurus Solidaritas Ojol Bersatu (Sobat) yang dipimpin Timbul Siahaan, turut hadir pula perwakilan BPJS Ketenagakerjaan dan jajaran pejabat terkait.
Pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan titik awal perjuangan baru bagi para driver yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas perkotaan.
Di tengah dialog yang berlangsung, Bobby Nasution mengangkat sebuah kabar baik yang telah dinanti-nantikan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online.
Ia menekankan bahwa kebijakan ini adalah bentuk nyata perhatian pemerintah pusat, yang mengatur pembatasan potongan biaya aplikasi maksimal hanya 8 persen, turun drastis dari angka 20 persen yang selama ini membebani.
“Pastinya tim Pak Presiden telah melihat banyak pertimbangan menyangkut tuntutan dan kebutuhan masyarakat, khususnya keluhan Ojol. Jadi pertama sekali, mari kita apresiasi dulu kebijakan ini,” ujar Bobby dengan tegas di hadapan para pengemudi.
Namun, langkah tidak berhenti di situ. Bobby menyadari betul bahwa para pengemudi menginginkan payung hukum yang lebih kuat, yaitu undang-undang.
Dengan kepala dingin, ia menjelaskan bahwa proses legislasi memang membutuhkan waktu, namun ia berjanji untuk terus mengawal.
“Tuntutan ini akan kita tindaklanjuti. Kami akan sampaikan ke DPR RI dapil Sumut. Kita siap mempertemukan abang-abang Ojol untuk menyampaikannya langsung. Termasuk kita juga akan suarakan ke pusat,” janjinya.
Di luar isu regulasi, Bobby Nasution juga membawa angin segar di sektor kesehatan. Melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang terintegrasi dalam Program Berobat Gratis (Probis) atau Universal Health Coverage (UHC), ia memastikan seluruh masyarakat Sumut, termasuk para pengemudi ojol, mendapatkan akses layanan kesehatan gratis.
Cukup dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), belasan ribu pengemudi ojol di Sumut kini bisa berobat di mana pun tanpa biaya.
Bobby pun tak lupa mengapresiasi perjuangan para driver yang selama ini gigih membayar iuran BPJS Kesehatan secara mandiri.
“Kalaupun belum, silahkan manfaatkan program UHC di mana pun, karena sekarang Anda berobat di mana pun gratis, selama fasilitas kesehatannya bekerja sama dengan BPJS (Kesehatan),” pungkasnya.
Menanggapi hal ini, Ketua Sobat, Timbul Siahaan, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Ia mengaku tidak menyangka bahwa program UHC juga dapat dinikmati oleh pekerja rentan seperti mereka yang setiap hari menghadapi risiko di jalan raya.
Tuntutan utama Sobat sendiri mencakup kenaikan tarif layanan penumpang, jasa pengantaran barang dan makanan, hingga pembebasan biaya parkir untuk layanan antar paket di Medan.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Sumut akan mengkaji pembebasan biaya parkir bagi ojol dan mendorong optimalisasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Para pengemudi pun diingatkan untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan aktif mengawal kebijakan aplikator yang dinilai memberatkan.
Dengan komitmen ini, Bobby Nasution tidak hanya mendengar, tetapi benar-benar bergerak. Sumut siap menjadi pelopor perlindungan bagi para pahlawan jalanan! (Rel)