Operasi Senyap di Balik Rimbun Perkebunan: 12 CCTV Gagal Selamatkan Dua Pria dari Tangan Polrestabes Medan

251

MEDAN — Di balik hamparan hijau perkebunan Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang, sebuah operasi senyap mengubah hening sore menjadi momen dramatis.

Tim Satres Narkoba Polrestabes Medan menggerebek sarang peredaran narkotika yang selama ini tersembunyi di kawasan terpencil itu, Rabu (7/7/26) sore.

Bukan sarang biasa. Lokasi itu disulap bak benteng pertahanan dengan belasan kamera pengintai (CCTV) yang terpasang di berbagai titik strategis mulai dari pintu masuk, akses jalan, hingga pepohonan di sekitar area. Modusnya pun licik bangunan didesain menyerupai rumah warga biasa agar tak mencurigakan.

Akses menuju lokasi sengaja dipilih yang sulit dijangkau. Petugas harus melewati jalan arteri, menyusuri persawahan, hingga menembus gang sempit. Namun, kecanggihan sistem keamanan para pelaku tidak mampu mengelabui gerak cepat aparat kepolisian.

Begitu pantauan CCTV menangkap kedatangan petugas, para pelaku panik dan berhamburan melarikan diri ke dalam perkebunan. Medan yang berat dan akses sulit menjadi keunggulan mereka tapi tak cukup. Dua pelaku berhasil diringkus MO (19) dan A (22). Keduanya kini diborgol dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha SH SIK MIP, menjelaskan penggerebekan ini bukan yang pertama di lokasi tersebut.

Hasil pengawasan menunjukkan praktik penyalahgunaan dan peredaran narkoba masih marak, sehingga operasi penegakan hukum kembali digelar.

Baca Juga : Bukan Vape Biasa! Satres Narkoba Medan Bekuk Kurir Jaringan Malaysia, 128 Pod Getar Disembunyikan di Bawah Bantal Hotel

Dari lokasi, polisi menyita sejumlah paket narkotika jenis sabu siap edar, puluhan alat hisap (bong), dan sejumlah unit CCTV yang digunakan untuk memantau pergerakan aparat.

AKBP Rafli menegaskan lokasi ini kini masuk dalam pantauan intensif kepolisian. Untuk memastikan tak ada lagi aktivitas serupa, seluruh barak di lokasi dihancurkan dan dibakar.

“Lokasi ini menjadi pantauan kami. Agar hal serupa tidak terulang, seluruh barak yang ada dihancurkan dan dibakar,” tandasnya tegas.

Kasat juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang berperan aktif dalam memberantas narkoba di wilayah tersebut.

“Karena tugas kami menindak, dan masyarakat harus berani menolak segala bentuk peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” pungkas AKBP Rafli Yusuf Nugraha.

Dalam penggerebekan ini, Kasat Narkoba Polrestabes Medan didampingi para kanit Satres Narkoba AKP Ruspian, Iptu Haryono, dan Iptu Berry Anggara.

Operasi ini menjadi pengingat bahwa jaringan narkoba kian canggih, tapi aparat penegak hukum tak tinggal diam. Perkebunan yang selama ini identik dengan ketenangan, kini menjadi saksi bisu perang melawan barang haram di Sumatera Utara. (FD)