Cabai Lokal Siboras Tembus 3 Ton per Pekan, Bupati Dorong Jadi Komoditas Unggulan

444

SIMALUNGUN – Cabai Merah Varietas Lokal Siboras mulai menunjukkan potensinya sebagai komoditas unggulan pertanian Kabupaten Simalungun. Dengan produktivitas yang diklaim mampu mencapai rata-rata 3 ton per hektare setiap pekan, cabai lokal ini dinilai berpeluang meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat sektor hortikultura daerah.

Potensi tersebut terlihat saat Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih melakukan panen raya Cabai Merah Varietas Lokal Siboras di Nagori Siboras, Kecamatan Pematang Silimahuta, Jumat (10/7/2026).

Dalam kegiatan itu, Anton mengapresiasi keberhasilan petani mengembangkan varietas cabai lokal yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan cabai pada umumnya.

Menurutnya, Cabai Lokal Siboras memiliki produktivitas tinggi dengan masa panen yang relatif panjang sehingga berpotensi memberikan keuntungan lebih besar bagi petani.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras para petani. Cabai Lokal Siboras ini memiliki potensi luar biasa. Tanamannya dapat tumbuh hingga sekitar dua meter dengan masa panen mencapai satu tahun,” ujar Anton.

Baca Juga: Bobby Nasution Kirim 1.050 Ton Cabai Merah ke Palangkaraya: Langkah Brilian Stabilkan Harga & Sejahterakan Petani

Ia menilai keberhasilan budidaya cabai tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian Simalungun memiliki daya saing dan layak dikembangkan lebih luas.

 

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Simalungun berencana mendorong pengembangan komoditas tersebut melalui pendampingan kepada petani, penguatan sarana produksi pertanian, serta promosi hasil pertanian daerah.

 

“Kita akan memperkenalkan Cabai Lokal Siboras ini lebih luas agar semakin banyak petani di Kabupaten Simalungun yang membudidayakannya,” kata Anton.

 

Sementara itu, petani Cabai Lokal Siboras, Rando Jawak, menjelaskan varietas tersebut memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari ukuran tanaman yang dapat mencapai dua meter hingga masa produktif yang lebih panjang dibandingkan varietas lain.

 

Menurutnya, tanaman mulai memasuki masa panen pada usia sekitar 145 hari setelah tanam dan dapat terus berproduksi hingga satu tahun dengan jadwal panen setiap minggu.

 

“Dalam satu hektare terdapat sekitar 14.000 batang tanaman cabai. Produktivitasnya dapat mencapai rata-rata 3 ton per hektare setiap minggu selama masa panen apabila pemeliharaan dilakukan secara optimal,” jelas Rando.

Meski demikian, para petani masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait ketersediaan pupuk non-subsidi yang menjadi kebutuhan utama dalam budidaya cabai dan jeruk.

Rando berharap pemerintah dapat membantu memperlancar akses terhadap pupuk non-subsidi agar produktivitas dan kualitas hasil pertanian tetap terjaga.

Pada kesempatan tersebut, Rando juga memperagakan teknik pemanenan cabai yang benar kepada Bupati dan rombongan. Teknik panen yang tepat dinilai penting untuk menjaga kualitas buah sekaligus memperpanjang masa produktif tanaman.

Dengan potensi hasil yang tinggi dan masa panen yang panjang, Cabai Lokal Siboras diharapkan dapat menjadi salah satu komoditas andalan baru Kabupaten Simalungun serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani. (RS)