Anton Saragih Temukan Warga Belum Urus Akta Kematian 13 Tahun Saat Kunjungi Siboras

485

SIMALUNGUN – Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menemukan sejumlah persoalan pelayanan masyarakat saat meninjau kegiatan pelayanan publik terpadu di Nagori Siboras, Kecamatan Pematang Silimahuta, Jumat (10/7/2026).

Salah satu temuan yang menjadi sorotan adalah adanya warga yang baru mengurus akta kematian anggota keluarganya setelah 13 tahun berlalu.

Temuan tersebut muncul saat Bupati berdialog langsung dengan warga yang memanfaatkan layanan pemerintah daerah di nagori tersebut.

Selain persoalan administrasi kependudukan, Anton juga menemukan seorang warga lanjut usia yang tinggal seorang diri namun belum menerima bantuan sosial. Ia juga mendapat laporan terkait keterbatasan peralatan pelayanan administrasi di kantor kecamatan yang berdampak pada lambatnya pengurusan dokumen kependudukan.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Anton memastikan pemerintah daerah akan segera mengambil langkah penyelesaian.

“Kekurangan peralatan pelayanan di kecamatan akan segera kita penuhi agar pelayanan kembali berjalan maksimal. Setiap persoalan yang disampaikan akan kita selesaikan satu per satu,” ujar Anton.

Kegiatan pelayanan publik terpadu yang digelar Pemerintah Kabupaten Simalungun menghadirkan berbagai layanan dalam satu lokasi. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil membuka layanan administrasi kependudukan, sementara Dinas Kesehatan memberikan pemeriksaan kesehatan gratis meliputi cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, serta konsultasi medis.

Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses pelayanan keluarga berencana, layanan BPJS Kesehatan, hingga berbagai layanan sosial lainnya hanya dengan membawa KTP atau Kartu Keluarga.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan turut menggelar pasar murah dengan menyediakan 1 ton beras, 360 liter minyak goreng, dan 100 papan telur. Dinas Sosial juga menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat.

Bupati Anton secara langsung menyerahkan bantuan alat pertanian berupa hand traktor dan corn sheller mobile kepada kelompok tani guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian masyarakat.

Baca Juga: Mulai Hari Ini! Pemprov Sumut Gelar Razia Besar-besaran Truk Over Tonase di Jalan Galang, Pelanggar Siap-siap Kena Sanksi!

Di hadapan warga, Anton juga memaparkan sejumlah program pembangunan yang akan dilaksanakan di wilayah Pematang Silimahuta. Salah satunya rekonstruksi Jalan Tiga Raja–Rakut Besi dengan anggaran sekitar Rp13 miliar.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengalokasikan pembangunan jalan usaha tani di sejumlah nagori, pembangunan sumur bor di Nagori Siboras dan Bintang Mariah Juma Pulian, serta bantuan alat pertanian untuk beberapa kelompok tani.

Menjawab aspirasi masyarakat terkait belum tersedianya SPBU dan sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM), Anton menyatakan akan menjalin komunikasi dengan investor dan pelaku usaha untuk mencari solusi.

Menurutnya, kebutuhan BBM menjadi penting mengingat Kecamatan Pematang Silimahuta memiliki sekitar 1.200 hektare lahan pertanian jeruk yang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

“Kami akan berupaya agar kebutuhan BBM untuk pertanian dan kebutuhan sehari-hari segera terpenuhi,” katanya.

Kegiatan pelayanan terpadu tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi sekaligus menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah daerah.(RS)