Messi dan Bellingham di Tengah Sejarah Rivalitas

775

MEDAN – Duel Inggris melawan Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Kanis (16/7/2026) bukan sekadar perebutan tiket ke partai puncak. Pertandingan ini juga menghidupkan kembali salah satu rivalitas paling panas dan bersejarah dalam sepak bola dunia yang telah berlangsung lebih dari setengah abad.

Pertemuan kedua negara selalu menyimpan cerita besar. Rivalitas Inggris dan Argentina mulai mendapat sorotan dunia sejak Piala Dunia 1966 di Inggris.

Saat itu, Inggris menyingkirkan Argentina dengan kemenangan 1-0 di babak perempat final sebelum akhirnya meraih gelar juara dunia pertama dan satu-satunya hingga kini. Sejak saat itu, setiap pertemuan kedua tim selalu dibalut tensi tinggi dan menjadi perhatian publik sepak bola internasional.

Puncak rivalitas terjadi pada perempat final Piala Dunia 1986 di Stadion Azteca, Meksiko. Argentina menang 2-1 melalui dua gol legendaris Diego Maradona.

Gol pertama lahir melalui insiden yang kemudian dikenal sebagai “Tangan Tuhan”, sementara gol kedua tercipta lewat aksi individu luar biasa Maradona yang menggiring bola melewati sejumlah pemain Inggris sebelum menjebol gawang Peter Shilton. Hingga kini, pertandingan tersebut masih dianggap sebagai salah satu laga paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia.

Rivalitas itu berlanjut di Piala Dunia 1998. Kedua tim bermain imbang 2-2 dalam pertandingan dramatis yang diwarnai kartu merah David Beckham.

Baca Juga: Argentina vs Swiss: Messi dan Albiceleste Incar Semifinal, Swiss Bangkit Setelah 72 Tahun

Argentina akhirnya lolos melalui adu penalti dengan kemenangan 4-3. Empat tahun kemudian, Inggris membalas kekalahan tersebut saat menundukkan Argentina 1-0 pada fase grup Piala Dunia 2002 lewat gol penalti David Beckham di Sapporo, Jepang.

Jelang semifinal Piala Dunia 2026, sejarah panjang itu kembali menjadi pembicaraan. Pertemuan di Dallas nanti akan menjadi panggung terbaru dari duel klasik yang selalu menghadirkan tensi tinggi dan perhatian dunia.

Menariknya, catatan pertemuan kedua tim di Piala Dunia berlangsung sangat ketat. Dari lima pertemuan sebelumnya, Inggris mencatat tiga kemenangan dalam waktu normal, Argentina meraih satu kemenangan, sementara satu laga berakhir imbang sebelum Argentina lolos melalui adu penalti. Meski demikian, kemenangan Argentina pada 1986 dan 1998 menjadi bagian paling dikenang dalam sejarah rivalitas kedua negara.

Kini, babak baru rivalitas itu akan ditulis oleh generasi berbeda. Jika dahulu dunia menyaksikan pertarungan Maradona melawan Gary Lineker atau David Beckham menghadapi Gabriel Batistuta, maka kali ini sorotan tertuju pada Lionel Messi dan Jude Bellingham.

Semifinal Piala Dunia 2026 menjadi panggung terbaru dari persaingan klasik yang selalu menghadirkan drama, emosi, dan cerita besar dalam sejarah sepak bola dunia. (RS)