Bobby Nasution Lantik 8 Pejabat Eselon II, Target Ekonomi Sumut Tembus 7,1%?

110

MEDAN – Langkah strategis kembali diambil Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution. Di usia kepemimpinannya yang masih muda ini resmi melantik 8 pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut, belum lama ini.

Bertempat di Aula Raja Inal Siregar, Jalan Diponegoro, pelantikan ini bukan sekadar rotasi birokrasi biasa. Di hadapan para pejabat baru, Bobby menegaskan misi besar menjadikan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai mesin penggerak ekonomi yang menyentuh langsung hajat hidup masyarakat.

Siapa Saja 8 Pejabat yang Dilantik?

Berikut daftar pejabat yang kini mengemban amanah baru:

1. Chusnul Fanany Sitorus – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (sebelumnya Kepala Biro Umum)
2. Illyan Chandra Simbolon – Kepala Dinas Ketenagakerjaan (sebelumnya Kepala Dinas Sosial)
3. Yuliani Siregar – Kepala Dinas Koperasi dan UKM
4. Parlindungan Pane – Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset & SDA
5. Ady Putra Parlaungan – Kepala Dinas Sosial
6. Sabar Jaya – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan
7. Abu Kosim – Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah
8. Ade Sofianita – Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat

Menariknya, dua pejabat berasal dari Pemko Medan (Chusnul & Illyan) dan satu dari Kabupaten Asahan (Ady), menunjukkan penyegaran dengan jaring lintas daerah.

Di tengah gempuran tantangan ekonomi global, Bobby memasang target ambisius. Ia meminta para pejabat untuk fokus menciptakan program yang mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan nilai tambah, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga : 45 Pejabat Pemkab Simalungun Dilantik, Perkuat Kinerja dan Profesionalisme ASN

Target ini bukan isapan jempol. Pemprov Sumut menargetkan kontribusi pertumbuhan ekonomi hingga 6,7% – 7,1%. Beberapa OPD dianggap sebagai garda terdepan karena bersentuhan langsung dengan rakyat Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Sosial, serta Dinas Kelautan dan Perikanan.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Bobby yang menempatkan UMKM dan koperasi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

Selain urusan ekonomi, Bobby menekankan transformasi birokrasi. Para pejabat diminta berinovasi dan memanfaatkan teknologi digitalisasi pelayanan agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Pesan tegas juga disampaikan: “Jangan ada pungli!” Ia mengingatkan agar setiap anggaran digunakan sebaik mungkin, memberikan dampak berkali-kali lipat bagi masyarakat. Ini adalah bagian dari upaya pemerintah membersihkan birokrasi dari praktik-praktik lama yang merugikan rakyat.

Pelantikan ini menjadi momentum penting. Dengan kombinasi penyegaran jajaran birokrat, target ekonomi agresif, dan dorongan digitalisasi, Bobby Nasution ingin membuktikan bahwa Sumatera Utara siap bersaing.

Dukungan dari pemerintah pusat melalui BUMN seperti Danareksa juga diharapkan bisa mempercepat realisasi investasi dan pengembangan kawasan industri.

Bagi masyarakat Sumut, ini adalah angin segar. Program-program yang lahir dari OPD-OPD ini akan menjadi penentu apakah target besar 7,1% bisa terwujud atau sekadar wacana. Satu hal yang pasti, Bobby Nasution tidak main-main dengan ekonomi Sumut. (Rel)