Sumut Siap Cetak Sejarah! Bobby Nasution Ubah Olahraga Jadi Mesin Ekonomi Baru

264

MEDAN — Sumatera Utara tak ingin berhenti sebagai tuan rumah PON 2024. Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution kini menggerakkan langkah berani: mengubah wajah olahraga dari ajang prestasi menjadi industri berdaya saing global.

Dalam rapat strategis di Kantor Gubernur, Selasa (11/8/2026), Bobby menegaskan bahwa olahraga harus mampu “hidup di atas kaki sendiri”. Bukan sekadar mengharumkan nama daerah, tapi juga menghasilkan pemasukan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Banyak yang mau menonton dan bermain. Tapi bagaimana agar banyak juga yang berkontribusi memajukan olahraga? Caranya, bidang ini harus menghasilkan pemasukan—bertransformasi ke industri,” tegas Bobby.

Pasca PON 2024, Sumut kini memiliki aset olahraga kelas dunia: Stadion Utama, Stadion Madya di kawasan Pusat Olahraga Desa Sena, Deliserdang, serta berbagai gedung olahraga di kawasan Dispora Sumut.

Namun Bobby mengingatkan, fasilitas megah tanpa pengelolaan maksimal hanya akan menjadi monumen.

Kunci transformasi ini ada pada sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Kepala Dispora Sumut, Mahfullah P Daulay, mengungkapkan bahwa Sumut akan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mengelola venue olahraga dengan sistem BLUD.

Dengan BLUD, Dispora Sumut bisa mengelola pendapatan secara mandiri mirip pengelolaan rumah sakit. Objek retribusi diperluas dari 5 menjadi 34 jenis, mulai dari stadion utama hingga fasilitas bowling dan billiar.

Baca Juga : Sarana Olahraga Bantu Perbaikan Mental Generasi Muda

Yang lebih revolusioner: 40% pendapatan BLUD bisa langsung digunakan untuk pembinaan atlet tanpa menunggu APBD.

Bobby menekankan perlunya Grand Design yang mengatur aktivitas olahraga secara rutin harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan. Bukan hanya untuk event seremonial, tapi gerakan masyarakat yang berkelanjutan.

Dengan populasi Sumut sebagai salah satu provinsi terbesar di Indonesia, potensi atlet dan pasar olahraga sangatlah besar. Targetnya peningkatan prestasi di tingkat nasional dan internasional berjalan seiring dengan pemasukan daerah.

Langkah ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana olahraga diproyeksikan menjadi salah satu pilar ekonomi nasional.

Sumut ingin menjadi pelopor bukan hanya dalam prestasi, tapi juga dalam menciptakan ekosistem olahraga yang profesional, mandiri, dan berdaya saing. (Rel)