Zakiyuddin Rencanakan Ubah Masjid Pemko Jadi Pusat Doa Bulanan, Terinspirasi Kemegahan Kenduri Diraja Kesultanan Deli

377

MEDAN – Sebuah langkah kontemplatif lahir dari kemegahan tradisi Kesultanan Deli. Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, mewacanakan sebuah program rutin yang sarat makna: pembacaan Surah Yasin dan Ratib Al-Haddad secara bulanan di lingkungan Pemko Medan.

Gagasan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah upaya serius untuk memperkuat fondasi spiritual aparatur sipil negara (ASN) sekaligus memohon keberkahan dan keselamatan bagi Kota Medan dari segala potensi bahaya dan bencana.

Wacana ini mengemuka usai Zakiyuddin menghadiri Kenduri Diraja Negeri Sultan Deli, sebuah tradisi sakral dalam rangka menyambut Hari Keputeraan ke-28 Sultan Deli XIV, Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah, di Masjid Jami’ Tanjung Mulia, Kamis (27/8/2026) malam.

“Banyak hal baik yang harus kita tiru dari Kenduri Diraja ini. Selain membaca Surah Yasin, ada juga pembacaan Ratib Al-Haddad yang berisikan doa, zikir, serta ayat-ayat Al-Qur’an. Kita berdoa agar Kesultanan Deli terus berkembang dan Kota Medan selalu dilindungi,” ujar Zakiyuddin dalam pernyataannya.

Visi ini mendapat sambutan hangat dari Sultan Deli XIV. Beliau menjelaskan bahwa pembacaan Yasin dan Ratib Al-Haddad merupakan amalan bernilai karamah dan barokah yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur di Tanah Deli.

Baca Juga : Jangan Sia-siakan! Doa di Antara Adzan dan Iqamah Mustajab

Amalan ini ditujukan untuk memohon perlindungan dari wabah, kejahatan, dan bencana, sekaligus mengabulkan harapan masyarakat.

Ratib Al-Haddad sendiri adalah rangkaian zikir dan doa yang disusun oleh ulama besar asal Hadramaut, Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al Haddad, yang telah lama menjadi benteng spiritual bagi umat.

Langkah Zakiyuddin ini bukan tanpa landasan. Sebelumnya, pada 12 Agustus 2026, ia telah menerima audiensi khusus dari Sultan Deli di Balai Kota Medan untuk membahas persiapan Kenduri Diraja.

Audiensi tersebut bahkan merambah pada rencana besar revitalisasi Istana Maimun yang akan dikerjakan Kementerian Kebudayaan, yang ditegaskan Zakiyuddin sebagai langkah vital menjaga warisan leluhur.

Dengan adanya wacana ini, Medan tidak hanya bergerak dalam pembangunan fisik, tetapi juga berupaya membangun peradaban yang kokoh melalui nilai-nilai spiritual.

“Saya berharap amalan spiritual ini dapat kembali digaungkan secara luas di seluruh pelosok Kota Medan dan Tanah Deli agar daerah tersebut senantiasa diliputi rahmat dan keberkahan dari Allah SWT,” harap Sultan Deli XIV. Kini, publik menanti realisasi rutinitas doa bersama ini sebagai ikon baru Kota Medan yang religius dan penuh berkah. (Rel)