Terobosan Cerdas Bapenda Medan Otomatisasi Pajak Kuliner, Siap Jadi Model Nasional?

332

MEDAN – Di tengah gempuran era digital, Pemerintah Kota Medan kembali menorehkan sejarah baru. Bukan sekadar rutinitas, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan baru saja memamerkan senjata rahasia mereka dalam mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) di hadapan para pakar dan mitra strategis.

Adalah Medan QRESTO, sebuah inovasi yang siap mengubah lanskap pembayaran pajak daerah, khususnya di sektor makanan dan minuman.

Panggung bergengsi itu adalah kegiatan Benchmarking dan Sharing Best Practice Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku. Acara yang berlangsung di Adimulia Hotel Medan, Rabu (23/9/2026), menjadi saksi bagaimana Medan memimpin dalam akselerasi penerimaan daerah.

Mewakili Kepala Bapenda Kota Medan, M. Agha Novrian, Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Pajak dan Retribusi Daerah, Popy Maya Syafira, tampil sebagai narasumber utama.

Didampingi Kepala Bidang HRH, Irfan Parlindungan Lubis, Popy memaparkan materi strategis bertajuk “Strategi, Inovasi, dan Lesson Learned dalam Akselerasi Penerimaan Daerah”. Sesi ini langsung menyedot perhatian peserta dengan studi kasus yang konkret dan aplikatif.

Apa Itu Medan QRESTO dan Mengapa Ini Penting?

Medan QRESTO, singkatan dari Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization, bukan sekadar nama keren.

Ini adalah sistem cerdas yang menjawab tantangan klasik pemungutan pajak: kebocoran dan ketidakefisienan. Melalui mekanisme split payment (pembayaran terpisah), setiap transaksi di restoran atau kafe yang terintegrasi akan secara otomatis memisahkan komponen pajak.

Baca Juga : Transformasi Pajak Medan: Di Balik Layar eLoket Pajak dan Strategi Agha Novrian di PKN II

Dana pajak tersebut langsung meluncur mulus ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) tanpa perlu proses manual yang panjang.

Bayangkan, pemilik usaha tidak perlu lagi repot menghitung dan menyetor pajak secara terpisah. Sistem ini bekerja layaknya “autopilot” keuangan, memastikan setiap rupiah pajak dari sektor kuliner yang menjadi primadona di Medan terkumpul secara real-time, akurat, dan transparan.

Inilah wujud nyata digitalisasi yang menyentuh langsung denyut nadi perekonomian kota.

Kolaborasi Lintas Sektor: Kunci Sukses ETPD

Keberhasilan Medan QRESTO tidak lepas dari sinergi kuat berbagai pihak. Dalam forum tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara turut membagikan success story dan dukungan penuh mereka terhadap percepatan ETPD.

Tidak ketinggalan, PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) yang berperan strategis sebagai bank RKUD, memaparkan kontribusinya dalam mendorong digitalisasi dan implementasi transaksi non-tunai.

Kegiatan ini bukan hanya ajang berbagi, tetapi juga momentum bagi Kota Medan untuk memantapkan posisinya sebagai pionir dalam transformasi digital pemerintahan.

Medan QRESTO adalah bukti bahwa inovasi daerah mampu menciptakan solusi yang tidak hanya efisien, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan melalui optimalisasi penerimaan daerah.

Dengan langkah berani ini, Bapenda Kota Medan telah menancapkan tonggak penting. Medan QRESTO bukan hanya tentang teknologi, melainkan tentang masa depan pengelolaan keuangan daerah yang lebih cerdas, transparan, dan akuntabel.

Akankah inovasi ini menjadi standar baru bagi kota-kota lain di Indonesia? Waktu yang akan menjawab, namun satu hal yang pasti Medan telah melangkah jauh ke depan. (Rel)