Bukan Sekadar Muktamar! Intip Mega Proyek UMSU demi Indonesia Emas 2045, Haedar Nashir & Kapolri Beri Sinyal Khusus

296

MEDAN – Ada yang berbeda dari kunjungan kenegaraan kali ini. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, tak datang sendirian.

Ia menggandeng langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengecek “dapur” peradaban masa depan di Kampus Terpadu UMSU, Senin (28/9/2026).

Bukan sekadar inspeksi venue, momen ini menjadi sinyal kuat bahwa Muktamar Muhammadiyah ke-49 dan ‘Aisyiyah 2027 di Sumatera Utara bukan event seremonial biasa. Ini adalah lompatan besar infrastruktur pendidikan.

Di atas lahan Jalan Dwikora, Desa Saentis, Deli Serdang, sebuah ekosistem akademik raksasa sedang disiapkan. Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, memaparkan data yang bikin geleng-geleng.

Auditorium Berkemajuan yang megah telah rampung 75,2 persen dengan kapasitas 7.000 orang. Sementara Sporthall Walidah nyaris sempurna di angka 96,6 persen, dan Masjid K.H. Ahmad Dahlan terus dikebut mencapai 47,3 persen.

Baca Juga : Masjid KH Ahmad Dahlan UMSU: Wagub Surya Tegaskan Kampus dan Rumah Ibadah Harus Bersinergi Bangun Peradaban

Haedar Nashir menegaskan, pembangunan ini bukan proyek sesaat. “Ini investasi bagi usaha Indonesia Emas dan mencerdaskan bangsa,” tegasnya.

Bayangkan, setelah Muktamar usai, fasilitas berkelas internasional ini akan menjadi kampus terpadu yang melayani 30 ribu mahasiswa UMSU. Sebuah warisan nyata (legacy) yang akan terus berdampak bagi masyarakat Sumut dan Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit pun memberikan atensi khusus. Kehadirannya memastikan pengamanan event akbar ini berjalan sukses, sekaligus mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah yang telah terbukti menjadi teladan dalam menjaga stabilitas sosial.

“Kita harapkan Muktamar menghasilkan pemimpin yang bagus dan menjadi teladan,” ujarnya.

Karena ini bukan hanya soal Muhammadiyah, tapi soal masa depan Indonesia. Kehadiran Gubernur Bobby Nasution dan Bupati Asri Ludin Tambunan menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sipil terbesar di Indonesia.

Penanaman pohon durian secara simbolis menjadi penutup yang puitis: menanam benih masa depan. Kampus Terpadu UMSU akan menjadi bukti bahwa pendidikan berkemajuan adalah kunci. Siap menyambut Indonesia Emas 2045? UMSU sudah mulai membangun fondasinya hari ini. (FD/Rel)