Bukan Hanya Urusan Perempuan: Rico Waas Ajak Suami Melek Obgyn di SPARK Go To Campus

297

MEDAN — Jalan sehat SPARK Go To Campus di Lapangan Merdeka, Minggu (4/10/2026), bukan sekadar agenda olahraga. Ribuan peserta dilepas Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas sebagai pintu masuk kampanye kesehatan reproduksi yang menyasar kampus dan generasi muda.

Acara ini terintegrasi dengan Gerakan Nasional SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia) bentukan POGI.

Dalam sambutannya, Rico Waas menegaskan masa depan bangsa bertumpu pada kesehatan perempuan. Proses kehamilan hingga melahirkan generasi penerus, katanya, butuh kondisi prima.

Karena itu, literasi kesehatan reproduksi dan obstetri-ginekologi (Obgyn) harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya dokter dan mahasiswa kesehatan.

Yang membedakan kampanye ini dari arus berita lain: Rico Waas menyoroti peran laki-laki. Menurutnya, isu Obgyn tidak bisa dibebankan hanya kepada perempuan.

Baca Juga : Perluas Sinergi Kampus–Industri, Disnaker Medan Fasilitasi PT Tradepro Latih Mahasiswa FISIP USU

Para suami dan calon suami juga wajib paham. “Biasanya perempuan lebih paham dunia Obgyn. Tapi bagaimana dengan para suami dan kaum laki-laki? Membangun keluarga sehat butuh kerja sama sepasang suami istri, tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Pesan ini penting. Literasi dini disebut menjadi kunci menekan angka kematian ibu melahirkan, mencegah kehamilan bermasalah, dan mengentaskan stunting.

Namun tanpa keterlibatan pria, upaya itu berjalan pincang. Kesehatan reproduksi adalah proyek bersama: perempuan, laki-laki, keluarga, kampus, dan negara.

Melalui SPARK Go To Campus, Rico Waas berharap edukasi tidak berhenti di ruang kelas. Ia ingin pesan ini sampai ke masyarakat luas, terutama calon pasangan yang akan menikah.

Jalan sehat menjadi simbol sederhana: langkah kecil bersama bisa membawa perubahan besar bagi kesehatan ibu dan anak di Medan.

Dengan menggabungkan olahraga, edukasi, dan gerakan nasional, SPARK Go To Campus menawarkan cara baru membangun kesadaran.

Bukan sekadar seremonial, tetapi ajakan konkret bagi laki-laki untuk turun tangan. Sebab, keluarga sehat lahir dari pengetahuan yang setara, bukan dari satu pihak saja. (FD/Rel)