Bobby Nasution Bongkar Rahasia Sukses Program Strategis Sumut: Bukan Sekadar Formalitas, Ini Bukti Nyata Kolaborasi!

316

MEDAN – Di balik setiap program pembangunan yang sukses, selalu ada benang merah yang menghubungkan berbagai kepentingan. Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, membongkar rahasia tersebut secara gamblang.

Bukan sekadar retorika, ia menegaskan bahwa kolaborasi adalah “darah” yang mengalir dalam setiap urat nadi pengelolaan program strategis di wilayahnya.

Pernyataan ini disampaikan Bobby saat menerima audiensi istimewa dari peserta Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-36 Tahun 2026 di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Selasa (6/10/2026).

Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan sebuah “studi banding” kepemimpinan strategis dari para calon pemimpin masa depan bangsa.

Di hadapan para perwira menengah/tinggi Polri, TNI, dan Kejaksaan, Bobby Nasution memaparkan filosofi kepemimpinannya.

“Apapun programnya, apakah itu dari pusat, provinsi, kabupaten, kota, bahkan sampai tingkat desa, pasti kita lakukan kolaborasi bersama-sama. Tidak ada satu program pun yang akan sukses penuh tanpa dijalankan bersama,” tegas Bobby dengan penuh keyakinan.

Baca Juga : Bobby Nasution Bikin Terobosan! Sekolah di Sumut Kini Punya “Bodyguard” Hukum, Guru Bebas Intimidasi

Pernyataan ini menjadi antitesis dari gaya kepemimpinan yang terkotak-kotak. Bobby memberi contoh konkret yang sangat relevan penanganan bencana alam banjir bandang dan tanah longsor beberapa waktu lalu.

Ia menyebut, kekompakan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, dan Kejaksaan adalah kunci utama sehingga penanganan berjalan efektif, cepat, dan tepat sasaran. Ini adalah bukti bahwa sinergi bukan hanya teori di atas kertas, melainkan aksi nyata di lapangan.

Lebih dari sekadar penanganan bencana, Bobby menggarisbawahi posisi strategis Sumut sebagai salah satu produsen pangan terbesar nasional.

Hal ini menjadikan Sumut sebagai pilar penting dalam mendukung program Swasembada Pangan dan pengembangan Food Estate. Kolaborasi lintas sektor di sini menjadi vital untuk memastikan target nasional tercapai.

Tidak berhenti di situ, mata Bobby juga tertuju pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Ia menekankan pentingnya peran TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan tersebut.

Menurutnya, kondisi keamanan yang terjaga adalah “harga mati” untuk memberikan kepastian hukum dan kenyamanan bagi para investor.

“Bukan hanya menjanjikan kepada investor, tetapi memastikan saat mereka masuk ke sini ada kepastian hukum dan keamanan yang terjaga dengan baik,” tegasnya. Ini adalah pesan kuat bahwa Sumut serius menciptakan iklim investasi yang sehat dan aman.

Sementara itu, Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri, Irjen Pol Rakhmad Setyadi, mengungkapkan alasan di balik pemilihan Sumut sebagai lokasi PKDN.

“Tujuan utama kami di Sumut adalah belajar kepada Pak Gubernur mengenai kepemimpinan daerah dalam mengelola program nasional, khususnya terkait ketahanan pangan melalui Food Estate, hilirisasi, serta pengelolaan investasi di KEK Sei Mangkei,” ujarnya.

Ia menjelaskan, para peserta yang terdiri dari perwira Polri, TNI, dan Kejaksaan ini sedang disiapkan menjadi calon-calon pimpinan masa depan.

Mereka perlu memahami betul bagaimana sinergi tata kelola pemerintahan pusat dan daerah bekerja dalam praktik nyata, bukan hanya di ruang kelas.

Rangkaian kegiatan PKDN di Sumatera Utara ini akan berlangsung hingga Jumat mendatang. Apa yang dilakukan Bobby Nasution dan jajarannya menjadi bukti bahwa kepemimpinan yang inklusif dan kolaboratif adalah kunci utama dalam mengelola program strategis nasional. Sebuah pelajaran berharga yang tidak hanya untuk Sumut, tetapi untuk Indonesia. (FD/Rel)