Bobby Nasution Blusukan ke Labusel: Jalan Rp21,5 Miliar, Rumah Tahfiz Rp100 Juta, hingga Curhat Warga soal Jalan Rusak

359

LABUHANBATU SELATAN — Bukan sekadar meninjau proyek, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution turun langsung ke lapangan untuk mendengar denyut nadi pembangunan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Jumat (16/10/2026).

Didampingi Bupati Feri Sahputra Simatupang, Bobby memastikan proyek jalan strategis senilai Rp21,5 miliar dari Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) 2026 benar-benar terwujud nyata, bukan sekadar dokumen perencanaan.

Proyek sepanjang 6.489 meter dengan drainase 506 meter yang menghubungkan perbatasan Labuhanbatu–Rintis–Ujung Padang–Salingsing itu masih dalam tahap pengerjaan. Di hadapan warga, Bobby menegaskan komitmennya:

“Kita ingin memastikan pekerjaan yang sudah kita anggarkan ini di lapangan benar-benar berjalan baik. Jangan sampai program hanya berhenti di atas kertas.”

Tidak hanya soal infrastruktur, Bobby juga merespons usulan Bupati Feri terkait lalu lintas kendaraan berat yang masih bercampur dengan kendaraan ringan di jalan dalam kota.

Baca Juga : Seloroh Bobby Nasution Lihat Jalan Rusak di Labusel, Ayam Saja Terbang Hindari Lubang

Pemerintah daerah telah membuka akses alternatif, dan Bobby menyambut baik langkah itu. Ia pun membuka peluang penambahan anggaran Rp25 miliar, dengan catatan ada komitmen anggaran dari pemerintah kabupaten. “Kita koordinasikan dengan bupati,” ujarnya singkat.

Namun, momen paling menyentuh terjadi saat sesi Sapa Daerah (SADA). Warga Dusun Widodo, Nuraini, menyampaikan usulan pembangunan rumah tahfiz di atas tanah wakaf bekas masjid yang terbengkalai.

Keterbatasan dana membuat rencana mulia itu tertunda. Mendengar hal itu, Bobby langsung merespons “Saya bantu Rp100 juta. Koordinasikan dengan camat, kepala desa, dan Badan Wakaf Indonesia untuk tindak lanjut 2027.”

Suasana semakin hangat ketika Sulita, guru TPA Raudatul Jannah, meminta bantuan alat musik hadrah, meja Al-Qur’an, dan penggantian seng bangunan mengaji yang kerap bocor.

Sementara Giati mengeluhkan jalan Desa Rintis–Sidomulyo sepanjang dua kilometer yang sudah tak layak dilalui. Dwi pun menyampaikan harapan tambahan bantuan bedah rumah, setelah menerima Rp20 juta dari kementerian untuk satu unit rumah.

Dari peninjauan jalan hingga dialog penuh haru, Bobby memastikan seluruh aspirasi warga—mulai dari infrastruktur, fasilitas pendidikan keagamaan, hingga perbaikan rumah—dihimpun untuk ditindaklanjuti.

Labuhanbatu Selatan bukan sekadar nama di peta anggaran, tetapi wajah nyata pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. (FD)