TANJUNGBALAI – Digitalisasi bukan lagi sekadar wacana, melainkan fondasi utama tata kelola keuangan daerah yang modern.
Di tengah percepatan transformasi digital nasional, PT Bank Sumut (Perseroda) muncul bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi mitra strategis yang menggerakkan roda ekonomi daerah melalui pendapatan asli daerah (PAD) yang lebih transparan, efisien, dan terintegrasi.
Dalam kunjungan kerja yang masif ke tiga pemerintah daerah di Sumatera Utara Kota Tanjungbalai, Kabupaten Asahan, dan Kabupaten Batubara Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah, menegaskan komitmen berkelanjutan perseroan dalam mendukung agenda pembangunan daerah.
Audiensi yang digelar di Balai Kota Tanjungbalai dan di Kisaran ini menjadi momentum penguatan sinergi untuk mempercepat layanan keuangan berbasis digital yang inklusif.
“Bank Sumut hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai enabler ekosistem digital daerah. Kami dorong seluruh transaksi, terutama yang berkaitan dengan PAD, dilakukan secara non-tunai, real-time, dan terintegrasi,” ujar Heru di hadapan para kepala daerah kemarin.
Saat ini, digitalisasi bukan lagi sekadar inovasi pelengkap. Melalui optimalisasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan penguatan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Bank Sumut memastikan setiap transaksi pemerintah berjalan efisien.
Baca Juga : APBD Tertekan, Bank Sumut Diminta Jadi Penyangga Ekonomi Sumatera Utara
Implementasi konkretnya sudah terlihat dari digitalisasi retribusi parkir berlangganan elektronik, penyediaan outlet perbankan di BPKPD, hingga penguatan sistem pembayaran pajak dan retribusi yang terhubung langsung dengan ekosistem digital daerah.
Tidak berhenti di situ, Bank Sumut juga memperluas akselerasi ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan UMKM berbasis kredit produktif. Langkah ini mempertegas posisi Bank Sumut sebagai jembatan antara sistem keuangan daerah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam satu ekosistem digital yang modern dan inklusif.
Komitmen Pemda: PAD Naik, Layanan Efisien
Para kepala daerah menyambut langkah ini sebagai angin segar. Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, dan Bupati Batubara, Baharuddin Siagian, sejalan menyatakan komitmen untuk mempercepat digitalisasi keuangan di wilayahnya. Mereka menilai kolaborasi ini menjadi solusi strategis di tengah keterbatasan fiskal.
“Kami melihat digitalisasi sebagai solusi strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan PAD,” tegas Mahyaruddin Salim.
Tak hanya urusan transaksi, Wali Kota Tanjungbalai juga berharap Bank Sumut turut ambil bagian dalam pembangunan daerah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) , khususnya dalam isu prioritas seperti pengelolaan sampah dan penanganan banjir—sebuah sinergi yang menunjukkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya soal angka, tetapi juga kesejahteraan masyarakat.
Melalui transformasi berkelanjutan, Bank Sumut membuktikan diri sebagai bank daerah yang sehat, modern, dan berdaya saing tinggi.
Dengan sinergi yang kokoh antara pemerintah daerah dan perbankan, Sumatera Utara siap melangkah menuju era baru pelayanan publik yang canggih, akuntabel, dan berpihak pada rakyat. (Rel)