Menurutnya, mulai dari baju, sepatu, celana dan produk lainnya yang digunakan harus merupakan produk produk UMKM Kota Medan yang masuk di marketplace yang telah disediakan Pemko Medan.
“Saya punya target di November, kami (Pemko Medan) setiap Selasa nantinya wajib berpakaian kasual menggunakan hasil produk UMKM. Baju dinas kita yang biasanya warna khaki itu, kita ganti jadi pakaian kasual,” kata Bobby Nasution.
Kebijakan ini dilakukan bukan tanpa sebab. Pemko Medan akan menjadi market pertama bagi produk UMKM sekaligus bentuk dukungan guna mewujudkan UMKM naik kelas. “Kenapa harus diawali dari kami (pemko Medan)? Karena, kami ingin, kami menjadi contoh awal bahwa Pemko Medan adalah konsumen pelaku UMKM. Kita gunakan produk-produk lokal. Mudah-mudahan bisa menjadi triger bagi yang lain,” ungkapnya.
Terkait kerja sama yang dilakukan guna mendorong pelaku UMKM agar bisa memanfaatkan digitalisasi dalam mendukung peningkatan usahanya. “Dari yang tadinya manual, ke digital. Sebab, nantinya pasar yang disasar bisa lebih luas, bahkan ke seluruh dunia,” imbuhnya. (KM)